Mazmur 73:1-28
Mazmur 73:26. “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”
Mazmur ini membahas masalah yang menggelisahkan, yaitu sekalipun Allah berdaulat dan adil namun kerap kita melihat orang fasik hidup lebih makmur, sedangkan orang yang melayani Allah tampaknya lebih menderita. Pemazmur yang setia melayani Allah menjadi tawar hati, ketika ia membandingkan penderitaannya dengan kebahagiaan yang dialami oleh orang fasik.
Tetapi puji nama Tuhan, keyakinannya kepada Allah akhirnya dipulihkan ketika ia masuk ke hadirat Tuhan dan Allah pun menyatakan akhir kehidupan orang fasik yang menyedihkan dan berkat yang Ia sediakan bagi orang benar. Pada akhirnya semua orang benar akan berhasil dan menang bersama Allah, sedangkan orang fasik akan binasa.
Dalam kehidupan ini, jikalau kita menilai hal-hal hanya dari pandangan manusiawi yang terbatas, maka kita pasti akan menjadi kecewa dan putus asa. Kita harus memiliki firman Allah yang dinyatakan oleh Roh Kudus, agar dapat memiliki iman akan kebaikan dan keadilan Allah.
Pemazmur menemukan sikap yang menuntun kepada kemenangan iman di dalam hadirat Allah. Di dalam kehidupan yang penuh dengan persoalan, yang terbaik bagi kita adalah memiliki hubungan yang intim dengan Allah. Orang fasik mengejar kemakmuran, tetapi biarlah pengharapan, harta dan hidup kita adalah Allah sendiri.
Seperti Rasul Paulus, semboyan kita dalam menghadapi hidup ini haruslah, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Flp. 1:21).”
Doa: “Aku percaya akan kebaikan dan keadilan-Mu, ya Allah. Sungguh Engkaulah bagianku untuk selama-lamanya. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
