Yosua 10:1-43
Yosua 10:13. “Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.”
Setelah Musa mati, Tuhan membangkitkan Yosua untuk menjadi pemimpin bangsa Israel menggantikan Musa. Sebelum menjadi pemimpin bangsa Israel, ia adalah abdi Musa sejak muda. Ia juga seorang pemimpin pasukan perang yang dipercaya oleh Musa. Pada waktu bangsa Israel mengintai tanah Kanaan, Yosua dan Kaleb muncul sebagai dua orang yang pemberani, tidak takut dan tetap optimis sementara kesepuluh pengintai lainnya menjadi pesimis dan takut.
Sama seperti bagaimana Allah menyertai Musa, Allah juga menyertai Yosua. Ia memimpin bangsanya untuk melewati dasar sungai yang kering, sama dulu generasi sebelum mereka menyeberangi laut Teberau (Yosua 3:15-17). Yeriko diruntuhkan dengan cara ajaib, kemenangan demi kemenangan diperoleh, sampai akhirnya seluruh tanah Kanaan pun dikuasai (Yos. 12:1-24:33).
Yosua pernah menaikkan sebuah doa yang dapat saya katakan sangat dahsyat. Ia berdoa agar matahari dan bulan berhenti beredar, sehingga hari itu diperpanjang untuk memberi keleluasaan waktu bagi bangsa Israel untuk berperang dan mengalahkan musuh (Yos. 10:13-14). Yosua adalah tipe pemimpin yang bukan hanya optimis tetapi juga memiliki iman yang besar. Bayangkan, ia tidak meminta supaya musuh kalah atau kekuatan fisik, tetapi memerintahkan matahari dan bulan untuk berhenti beredar. Bukankan itu sebuah hal yang luar biasa?
Doa Yosua menunjukkan imannya yang besar dan Tuhan senang atas hal tersebut. Karena Ia adalah Allah yang Maha Besar, maka Ia ingin mendemostrasikan kedahsyatan-Nya di dalam dan melalui kehidupan Anda. Milikilah iman yang besar, yang percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, agar banyak orang dapat melihat kedahsyatan Allah dan menjadi percaya kepada-Nya.
Doa: “Kami mau memiliki iman yang besar, yang percaya penuh, bahwa Allah yang Maha Kuasa senantiasa menyertai kami, agar karya-karya besar-Mu dinyatakan dan banyak orang menjadi percaya kepada-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
