Renungan Harian (28 April 2017)

SAK MADYO

Filipi 3:13

Filipi 3:13b. “aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,”

Orang Jawa punya filosofi hidup: sak madyo. Artinya, tidak menjalani hidup dengan berlebihan dan harus tahu batas-batasnya. Filosofi ini dihayati benar oleh Pak Wanto, pemilik usaha kuliner Gudeg Pawon di Jogja. Yang membuat Gudeg Pawon unik adalah karena pembeli langsung menuju pawon (dapur) untuk dapat menikmati makanan berbahan dasar nangka ini. Berbeda dengan warung gudeg lain yang biasanya berkonsep restoran atau warung tenda pinggir jalan. Dengan konsep ini, pembeli serasa berada di rumah sendiri.

Karena uniknya, warung miliknya itu pernah ditawar pemodal seharga 250 juta. Pernah juga beberapa orang dari Jakarta dan Bekasi memintanya membuka cabang. Tetapi Pak Wanto bergeming. Dalam suatu kesempatan, dia berkata kepada wartawan, “Kalau mau nuruti nafsu, cari duit itu ‘ndak ada berhentinya Mas. Saya ingat apa yang dikatakan almarhum Ibu. Beliau meminta saya meneruskan usaha ini ya di sini saja. Ndak usah buka cabang, berbagi rejeki dengan yang lain. Rasa tetap dijaga…” Pak Wanto menuruti mendiang Ibunya dan menjadikan petuah itu sebagai tujuan hidupnya. Karena itu dia menjalani bisnisnya dengan kepasrahan kepada Yang Di Atas dan percaya bahwa rejeki sudah diatur-Nya.

Berjalan mencapai tujuan itu memang acap diperhadapkan pada godaan di sekeliling. Godaan untuk mengambil jalan pintas, godaan untuk mengeruk sebanyak mungkin keuntungan dan juga godaan untuk melupakan kualitas. Yang namanya godaan juga menawarkan sesuatu yang kelihatannya lebih mudah, enak dan relatif cepat didapatkan. Itulah sebabnya banyak yang akhirnya menyerah.

Hidup kita sebagai murid Kristus diarahkan kepada tujuan akhir: kesempurnaan di dalam Dia. Berhati-hatilah dengan sekian banyak pencobaan yang menggempur kita agar melenceng dari sasaran itu. Kita harus tetap menjaga kewaspadaan agar tetap berada pada jalur pengejaran tujuan kita. (NK).

Doa: “Biarlah mata kami hanya tertuju kepada-Mu dan kami mau berjalan dengan fakus hanya kepada rencana-Mu, ya Allah. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …