Efesus 4:22-24
Efesus 4:24. “Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
Suatu hari, seusai membacakan cerita, sang ayah bertanya kepada Jenny, ”Jenny, apakah kamu sayang ayah?” “Pasti Yah… Ayah tahu betapa aku menyayangi ayah.“ “Kalau kau memang mencintai Ayah, berikanlah kalung mutiaramu pada Ayah.” “Ya, Ayah, jangan kalung ini. Ayah boleh ambil mainanku yang lain. Ayah boleh ambil Rosie, bonekaku yang terbagus. Ayah juga ambil pakaian-pakaiannya yang terbaru. Tapi, jangan Ayah ambil kalungku.” “Ya, anakku, tidak apa-apa. Tidurlah.” Ayah Jenny lalu mencium keningnya dan pergi, sambil berkata: “Selamat malam, anakku. Semoga mimpi indah.”
Beberapa hari setelah itu, Jenny terus berpikir, kenapa ayahnya selalu meminta kalungnya, dan kenapa ayahnya selalu menanyai apakah ia sayang padanya atau tidak. Beberapa hari kemudian, ketika ayah Jenny membacakan cerita, Jenny duduk dengan resah. Ketika ayahnya selesai membacakan cerita, dengan bibir bergetar ia mengulurkan tangannya yang mungil kepada ayahnya, sambil berkata: “Ayah, terimalah ini.” Ia lepaskan kalung kesayangannya dari genggamannya, dan ia melihat dengan penuh kesedihan, kalung tersebut berpindah ke tangan sang ayah.
Dengan satu tangan menggenggam kalung mutiara palsu kesayangan anaknya, tangan yang lainnya mengambil sebuah kotak beludru biru kecil dari kantong bajunya. Di dalam kotak beludru itu terletak seuntai kalung mutiara yang asli, sangat indah, dan sangat mahal. Ia telah menyimpannya begitu lama, untuk anak yang dikasihinya. Ia menunggu dan menunggu agar anaknya mau melepaskan kalung mutiara plastiknya yang murah, sehingga ia dapat memberikan kepadanya kalung mutiara yang asli.
“Yang ku kasihi kini lenyap yang lebih baik aku dapat…” cuplikan lagu lama yang mungkin cocok untuk latar belakang kisah itu. Menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru adalah proses menuju kedewasaan rohani dan ini adalah proses yang berjalan seumur hidup kita. Pembelajaran dalam hidup ini termasuk juga melepaskan agar yang lebih baik itu datang. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, mampukan kami untuk dapat melepaskan hal yang kami begitu sayangi untuk ditukar dengan yang terbaik dari-Mu. Amin”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
