DENTING PIANO REX
2 Korintus 12:1-10
2 Korintus 12:9a. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Situs crosswalk.com menulis tentang Cathleen Lewis, seorang mantan model dan pekerja keuangan yang mengetahui bahwa bayinya yang baru lahir bernama Rex Lewis-Clack memiliki kista di otaknya. Meski dokter berhasil membersihkan kista tersebut, enam bulan kemudian Lewis harus menerima kenyataan, bahwa anaknya buta. Dua tahun kemudian, Rex kembali didiagnosa autis dan kista di bagian otak kembali tumbuh.
Bayi kecil Rex begitu paranoid dengan suara dan sentuhan. Dia akan merasa histeris ketika mendengar hujan atau telepon berdering. Ia menolak untuk menyentuh benda apa pun, bahkan makanannya. Kecuali seseorang menyuapkan bubur ke bagian mulutnya, dia akan makan sedikit saja.
Seiring berjalannya waktu, Rex tumbuh menjadi bocah yang menemukan bakat alaminya di bidang musik sejak ia berusia dua tahun. Dia sanggup berdiri selama berjam-jam, menekan-nekan tuts keyboard. Lewis bahkan begitu terkejut ketika mendapati suara not dan kunci yang ditekan Rex sama sekali tidak menimbulkan kecemasan apa pun. Namun, not-not itu telah berubah menjadi melodi dari Mozart, Chopin dan Wagner.
Setelah beberapa tahun kemudian, Rex diakui oleh banyak orang dengan bakat bermusiknya yang mumpuni. Rex bahkan dijuluki dengan gelar cendekiawan/ahli musik.
Untuk menunjukkan kuasa-Nya, Tuhan memiliki berbagai cara. Salah satunya justru dengan mengijinkan kelemahan terjadi di dalam diri umat-Nya. Paulus pun ‘diberi’ suatu duri di dalam dagingnya agar tidak meninggikan diri dan justru di dalam kelemahanlah, kuasa Allah bekerja sempurna di dalam dirinya. Jika Anda menghadapi sebuah kelemahan yang tak dapat diubah, percayalah bahwa justru Tuhan sedang mempersiapkannya untuk sesuatu yang berdampak bagi orang lain. (NK).
Doa: “Di dalam segala keadaan, sebuah hal yang pasti adalah kebaikan-Mu. Karenanya, apa pun keadaan yang kami hadapi, kami akan tetap berpengharapan kepada-Mu, Tuhan.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung