Renungan Harian (27 Nopember 2015)

27HARGA ES KRIM

Matius 5:40-48

Matius 5:41. “Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.”

Suatu ketika seorang anak berusia 10 tahun memasuki sebuah kedai es krim yang cukup ramai dan langsung mengambil tempat duduk di sebuah meja. Seorang pelayan berdiri di depannya dan mulai mencatat pemesanan.

“Berapa harga es krim bertabur coklat?” Anak kecil itu bertanya.

“Lima belas ribu,” jawab pelayan.

Anak kecil menarik tangannya dari sakunya dan menghitung sejumlah uang koin dari dalamnya. Lalu ia bertanya, “Berapa harga es krim polos?”

Beberapa orang di sekitarnya yang sedang menunggu daftar menu dan dilayani mulai melihatnya dengan kurang sabar.

“Tiga belas ribu,” kata sang pelayan singkat.

Anak kecil itu menghitung lagi koinnya. “Saya memesan es krim polos saja.”

Pelayan membawa es krim, menempatkan tagihan di atas meja dan berjalan pergi. Tak lama kemudian, anak itu selesai menyantap es krim, membayar ke kasir dan pergi. Ketika pelayan datang kembali, ia mulai mengelap meja dan kemudian menelan ludah pada apa yang dilihatnya. Di sana, di samping gelas kosong, tergeletak rapi sejumlah koin Rp.2.000 – sejumlah kecil tips untuknya.

Jaman seperti sekarang ini yang bersifat individualis, tentunya sangat langka orang bersedia memberi lebih dengan sukarela. Nilai ekonomis lebih sering dijadikan tolok ukur. Dan kalaupun ada orang memberi lebih dari kewajiban, seringkali didasarkan motif tersembunyi: untuk memperoleh keuntungan atau mengharap timbal balik selanjutnya.

Sebaliknya, dalam surat Korintus mencatat hal yang luar biasa di kalangan jemaat Makedonia, yaitu gaya hidup memberi. Gaya hidup ini lahir dari sikap pribadi yang murah hati. Memberi, membayar/menyerahkan lebih dari yang menjadi kewajiban hanya bisa dilakukan oleh orang-orang merasa berkelimpahan dan berkecukupan, dan itu adalah sebuah gaya hidup murid Kristus yang sejati. (NK).

Doa: “Ampuni kami Tuhan, kalau kami kerap kikir dan penuh perhitungan dengan orang lain. Kami menjadi murid-Mu yang sejati dengan hidup murah hati kepada semua orang. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …