Renungan Harian (27 Maret 2018)

SALIB-NYA MEMULIHKAN HUBUNGAN

Efesus 2:1-21

Efesus 2:16. “Dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”

Penelitian Irwin Altman & Dalmas Taylor, pakar tentang hubungan, menyimpulkan bahwa rusaknya sebuah hubungan selalu diawali dengan gagalnya komunikasi. Gagalnya komunikasi dapat membuat kejujuran, keintiman, kenyamanan, dan keterbukaan, menjadi seakan-akan hilang lenyap. Jika kita ingin hubungan kita dengan manusia berjalan baik, maka kita perlu untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi kita. Tetapi bagaimana bila hubungan yang putus adalah antara kita dengan Allah?

Penyebab putusnya hubungan manusia dengan Allah bukanlah komunikasi, tetapi dosa. Dosa artinya tidak menepati sasaran yang telah ditetapkan Allah. Hubungan ini hanya dapat dipulihkan melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Kematian Kristus memulihkan hubungan orang yang percaya kepada-Nya dengan Allah dan membuat manusia terhindar dari murka Allah.

Mengapa pemulihan hubungan ini hanya dapat dipulihkan melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib? Hukuman atau kematian di atas kayu salib adalah kematian orang yang mengerikan, hina dan terkutuk. Melalui kematian Yesus, Anak Tunggal Allah, di atas kayu salib, Allah ingin menyadarkan kita betapa serius dan fatalnya kesalahan manusia. Melalui kematian Yesus di atas kayu salib, keajaiban dan mujizat terbesar pun terjadi. Kematian Yesus bukan saja menghapus segala dosa, tetapi juga memulihkan hubungan dengan Allah yang telah lama terputus (ay. 16).

Lalu, bagaimana kita meresponi karya Yesus di atas kayu salib? Pertama, bangun hubungan yang intim dengan Allah. Kedua, taatlah pada kehendak dan segala perintah-Nya dalam hidup Anda. Jika saat ini Tuhan Yesus meminta Anda memperbaiki hubungan Anda dengan orang yang bersalah kepada Anda, maukah Anda juga melakukannya? Terimalah anugerah keselamatan dari Kristus yang memulihkan hubungan Anda dengan Bapa di sorga.

Doa: “Tuhan Yesus, terima kasih buat karya salib-Mu di dalam hidupku. Aku mau belajar taat pada firman-Mu dan berjanji untuk menyelesaikan semua masalah hubungan dengan sesamaku. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …