Renungan Harian (27 Maret 2016)

27POHON KURMA

Kolose 2:6-7

Kolose 2:7. “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

Seseorang melakukan percobaan untuk menanam benih kurma di padang pasir. Kelompok pertama, benih ditanam dengan cara diletakkan sebuah batu besar di atasnya, sedangkan kelompok kedua ditanam dengan cara yang biasa yaitu ditanam dalam lubang dengan kedalaman kurang lebih 20 cm.

Satu windu berlalu, kelompok bibit kedua mulai menampakkan hasil dan manis sekali buahnya. Sedangkan kelompok bibit pertama baru berkembang dan belum menghasilkan buah sama sekali. Pada tahun kesembilan, kelompok bibit kedua menghasilkan panen yang berikutnya, sedangkan kelompok bibit pertama baru menampakkan hasil panennya. Secara hasil kita dapat mengatakan bahwa kelompok bibit kedua merupakan kelompok bibit yang cepat membawakan hasil dibandingkan dengan kelompok bibit pertama.

Suatu ketika terjadilah badai besar di padang pasir. Kelompok bibit kedua yang ditanam dengan cara yang biasa, hilang lenyap ditelan badai, tidak ada yang tersisa. Kelompok bibit pertama yang ditanam dengan cara meletakkan batu besar di atasnya juga mengalami banyak kerusakan tetapi mereka tetap berdiri tegak, tidak tergoyahkan oleh badai topan di gurun pasir.

Sekarang baru terlihat bagaimana hasilnya, ternyata batu besar yang menghambat pertumbuhan ke atas, itu menyebabkan pohon kurma bertumbuh ke bawah. Akar mereka tumbuh ke bawah mencari sumber mata air yang cukup untuk bertahan hidup. Setelah akar-akar itu menjadi kuat, tibalah saatnya bagi kelompok bibit yang pertama itu untuk membalikkan batu besar yang menekan diri mereka.

Dalam hidup ini, setiap orang diuji dengan cara yang berbeda. Semua orang akan tampak sama dan penuh dengan motivasi dalam hidup ini. Namun, ketika badai kehidupan datang, yang dapat membuat orang bertahan adalah akar yang kuat di dalam Tuhan yaitu firman Allah. Baca, renungkan dan lakukan, maka ketika badai itu datang, kita akan tetap bisa berdiri dan bertahan sampai pada akhirnya. (NK).

Doa: “Tuhan Yesus, firman-Mu terus kami baca, renungkan dan lakukan, agar ketika badai datang kami akan tetap dapat bertahan sampai akhir, karena kami membangun hidup kami di atas dasar yang teguh. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …