Renungan Harian (27 Juni 2017)

KETIKA LUTUT TAK SANGGUP LAGI BERTAHAN

Ayub 1:1-22

Ayub 1:22. “Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.”

Pada tanggal 2 April tahun 1997, langit yang menaungi Olvet, Michigan, tampak menghitam dan menakutkan. Seorang yang memiliki rumah mewah, Nom Heddon mengira hanya bakal terjadi hujan badai biasa saja. Tetapi beberapa saat kemudian terjadi, ia mendengar bunyi gemuruh yang dasyat, dan semakin hebat, maka secara refleks ia segera turun ke tangga bawah tanah, yang hanya dalam waktu lima detik. Ternyata seperti kedipan mata saja, terjadilah peristiwa yang sangat hebat. Rumahnya hancur berkeping-keping akibat hantaman badai tornado yang mematikan itu. Beberapa menit kemudian, Nom keluar dari reruntuhan rumahnya itu, ia memperhatikan sekelilingnya, ia tidak mampu mempercayai apa yang dilihatnya itu. Semua miliknya, hancur dan habis dilanda badai itu. Tetapi hal yang sangat menakjubkan baginya, di mana tak satu pun dari anggota keluarganya yang terluka dari peristiwa itu. Dalam kekaguman dan hormat kepada Tuhan, Nom bersama anggota keluarganya bersujud kepada Allah di tengah-tengah reruntuhan itu. Ia berkata, “Tuhan berdaulat atas segala sesuatu yang terjadi kepada kita”.

Ayub mengalami musibah yang sangat berat. Semua lembu dan keledainya dirampas. Api membakar hangus semua dombanya. Unta-untanya dijarah habis. Angin ribut menghancurkan rumah yang sedang dipakai anak-anaknya untuk berpesta dan membuat perjamuan, sehingga mereka semua tewas. Semua terjadi dalam sekejap seperti angin bertiup saja. Sungguh peristiwa yang berat dan membuat Ayub tak sanggup untuk berdiri.

Di mana posisi kita dalam situasi seperti kisah di atas? Jika hati dan iman kita telah berpaut kepada Allah, maka pujian dan syukur kepada-Nya akan mengalir melalui mulut kita. Sungut-sungutan tidak akan pernah bisa mengubah segalanya. Tidak juga mendatangkan kekuatan atau solusi untuk semuanya. Karena itu, ubahlah keadaan dengan menaikkan pujian dan ucapan syukur kepada Allah. (NK).

Doa: “Biarlah kiranya ucapan syukur dan pujian yang senantiasa keluar dari mulut kami, apa pun keadaan kami, ya Allah. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …