MATIUS DAN KAPERNAUM
Matius 9:9-13
Matius 9:9. “Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku. “Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.”
Matius adalah seorang dari 12 murid Kristus. Nama lainnya adalah Lewi dan ia adalah seorang pemungut cukai. Perjumpaannya dengan Kristus di Kapernaum adalah titik awal pertobatan Matius. Di ayat yang kita baca hari ini, Matius seolah secara instan langsung mengikuti ajakan Tuhan. Tetapi kenyataannya, ia pasti sudah sering melihat Tuhan Yesus dan semua yang DIA kerjakan (mengajar, melakukan mujizat, dll.) di Kapernaum.
Meskipun Kapernaum adalah kota kecil tetapi kota ini adalah tempat pusat pelayanan Tuhan Yesus. Banyak peristiwa-peristiwa penting Tuhan lakukan di kota itu. Membangkitkan anak perempuan Jairus (Mrk. 5:22). Melepaskan yang kerasukan setan di Sinagoge (Mrk. 1:21-28). Menyembuhkan hamba seorang panglima Romawi yang lumpuh (Mat. 8:5-13). Menyembuhkan anak seorang pegawai istana Raja Herod Antipas (Yoh. 4:46-54).
Posisi Matius waktu itu sangatlah nyaman, tetapi kenyamanan tidak membuat Matius terhalang untuk mengikut Yesus. Ia meninggalkan semuanya dan mengikut Yesus. Inilah pertobatan yang sejati. Apa yang membuat Matius mengikut Yesus? Karena Matius melihat Kristus yang adalah sumber segalanya.
Sementara Kapernaum, meskipun banyak mengalami mujizat Tuhan Yesus tetapi menolak untuk bertobat. Akibatnya Kapernaum adalah salah satu kota yang dikecam Tuhan Yesus (Mat. 11:20-24). Kondisi kota ini sangat kontras dengan keindahan alam sekitarnya, karena Kapernaum sekarang tinggal puing-puing dari masa lalu saja.
Gereja dan orang-orang beriman harus hidup berpusat dalam Kristus. Apa yang kita cari hari ini? Siapa yang kita inginkan hari ini? Kristus kah?
Doa: “Tuhan Yesus, Engkau lah pusat hidup kami. Kami tidak mau mengejar mujizat dan berkat-Mu, tetapi biarlah pengenalan akan Engkau itu yang senantiasa kami kejar. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung