Yakobus 1:19-27
Yakobus 1:22. “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”
“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.“ (Mat. 24:37). Yesus mengatakan, bahwa akan ada muncul masyarakat yang permisif, yang hidup seperti zaman Nuh sebelum Dia datang kembali.
Dunia saat ini hidup dalam sebuah pesta tak bermoral yang belum dikenal sejak zaman Roma. Kita berada di dalam masyarakat hedonistik, dan kita melihat bagaimana manusia saat ini mengekspresikan diri mereka sesukanya sendiri, hidup di dalam seks bebas, percabulan, LGBT, korupsi, pengkhianatan, kekerasan, pertikaian, dan lain sebagainya, tanpa perduli akan Allah dan menganggap seolah-olah Ia tidak ada.
Banyak anak Tuhan yang hidup menuruti gaya hidup Iblis, namun membayangkan bahwa Allah pasti akan mengampuni mereka dan membawa mereka ke sorga. Sungguh sebuah hal yang sesat, karena selain pengampunan dosa, tetapi juga ada pertobatan, ketaatan akan firman Tuhan, penyangkalan diri dan pikul salib di dalam berita Injil. Kekristenan adalah sebuah kehidupan yang sungguh-sungguh serius berpusatkan kepada Kristus, dan mematikan ego manusiawi kita.
Sebagai saksi-saksi Kristus, firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk tidak hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga menjadi pelaku firman (Yak. 1:22a). Marilah kita menjaga ibadah kita agar tetap murni dan menjaga diri kita sedemikan rupa agar kita tidak dicemarkan oleh dunia. Sebaliknya, biarlah kehadiran kira di tengah dunia justru menyingkirkan kegelapan serta dosa, dan membawa dunia kepada terang kasih Kristus yang sejati.
Doa: “Ampuni kami, ya Allah, kalau kami hidup semau kami dan tidak sesuai dengan perintah-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
