ANJING DAN SEPOTONG TULANG
Lukas 12:15
Lukas 12:15. “Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan,…”
Seekor anjing yang kelaparan berkeliling di jalan-jalan mencari makanan. Ketika menyeberangi sebuah jembatan kayu di atas sebuah sungai kecil, ia melihat sepotong tulang tergeletak di kejauhan. Segera sang anjing menghampiri dan menggigit tulang itu. Namun sebelum lanjut memakannya, ia berpikir, mungkin saja ada anjing lain lewat melihat tulang itu sehingga ia harus berbagi dengannya. Jadi ia bergegas pulang sambil menggondol tulang di mulutnya.
Saat melintasi jembatan, ia melihat di permukaan sungai bayangan sesekor anjing sedang menggigit tulang. Anjing bodoh mengira itu adalah anjing lain yang menemukan tulang juga. Keserakahan menggoda pikirannya untuk memperoleh tulang itu sehingga ia akan memiliki dua tulang. Ia pun menggeram memperlihatkan giginya kepada sosok bayangan itu. Tentu saja sosok bayangan itu juga melakukan hal yang sama. Anjing menjadi marah dan segera menyalak dengan keras. Ketika mulutnya terbuka, tulang yang digigitnya terjatuh ke sungai. Anjing menjadi sadar, namun terlambat. Ia telah kehilangan sepotong tulang karena keserakahan dan kini dia harus kelaparan lagi.
Keserakahan seringkali membawa orang terjerumus pada kondisi yang lebih buruk dari sebelumnya. Keserakahan sering memicu timbulnya pikiran jahat dan iri hati, seperti halnya keculasan Ahab & Izebel yang bertindak keji membunuh Nabot dan merampas kebun anggurnya (1 Raja 21:1-29). Berlawanan dengan keserakahan, firman Tuhan menganjurkan kita untuk murah hati (Luk 6:36). Dengan bertumbuh dalam kemurahan hati, kita dapat menang atas keserakahan. (NK).
Doa: “Kami mau bertumbuh dalam kemurahan hati, agar kami tidak menjadi manusia yang serakah dan mempermalukan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung