
PERJALANAN WAKTU
Pengkhotbah 3:1-14
Mazmur 90:12. “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
Setiap kita pasti akan melalui perjalanan waktu yang telah dirancang oleh Allah sendiri. Perjalanan waktu yang kita jalani hari lepas hari, suatu saat akan membawa semua orang, tanpa terkecuali ke tempat yang disebut ‘pembaringan terakhir’. Tempat di mana tubuh kita direbahkan. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kita akan sampai ke pembaringan terakhir. Semua menjadi rahasia Allah. Oleh sebab itu, Alkitab menasehati kita dalam Efesus 5:15-16, perhatikan dengan seksama bagaimana kamu harus hidup di dunia ini. Dan pergunakan waktu yang ada dengan seksama. Hal ini menunjukkan betapa singkat waktu yang tersedia untuk hidup kita.
Ada beberapa sikap orang Kristen dalam memanfaatkan waktu yang ada:
1. Menghabiskan waktu untuk bekerja. Cari duit dan kumpul harta sebanyak mungkin tanpa pernah berpikir. bahwa hidup ini fana. Hidup abadi tak terbatas waktunya daripada hidup di dunia yang hanya 70-80 tahun saja.
2. Tidak menghargai, bahwa waktu berharga, sehingga menyia-nyiakan waktu yang ada untuk bermalas-malasan dalam hidupnya. Makan, tidur, pergi tanpa tujuan yang jelas.
3. Mengisi waktu untuk melakukan pekerjaan yang memuliakan Allah. Sehingga menghasilkan manfaat bagi hidupnya baik di dunia ini maupun di kekekalan nanti.
Pertanyaannya, di manakah posisi kita dalam menggunakan waktu? Ingatlah, waktu menjadi anugerah bagi kita yang mengisi waktunya dengan hidup secara bijaksana. Sebaliknya, waktu menjadi kutuk bagi kita yang mengisi waktu dalam hidup ini dengan tidak bijaksana. Ingat, perjalanan hidup kita suatu saat akan berhenti di pembaringan terakhir. Pikirkanlah itu dengan serius bagaimana kita memanfaatkan waktu kita yang ada saat ini.
Ayat Bacaan Setahun
Yohanes 13:12-20; Efesus 4:17-24; Yeremia 3:14-4:4; II Raja-raja 18-19
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mau hidup bijaksana. Ingatkan aku selalu , bahwa hidup ini fana. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung