
ANUGERAH
Markus 10:17-27
Matius 6:24. “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Tuhan Yesus tidak anti terhadap orang yang memiliki harta. Tuhan Yesus tidak pernah memusuhi orang kaya, yang memanfaatkan kekayaannya bagi keselamatan orang. Namun, ketika kita terikat dengan harta dan tidak mau berbagi, maka masalah akan muncul di sana.
Dalam Markus 10 dikisahkan seorang kaya yang ingin memperoleh hidup kekal. Ia telah melakukan semua Hukum Taurat, bahkan sejak masa mudanya. Ia mengira bahwa ketaatannya itu bisa menjadi modal untuk memiliki kehidupan kekal. Ketika ada syarat yang Yesus ajukan, yaitu untuk menjual harta kekayaannya, ia merasa keberatan. Baginya, harta kekayaan jauh lebih berharga daripada harta di sorga yang belum kelihatan. Ternyata ia telah menyandarkan hidupnya kepada hartanya. Penolakannya untuk berpisah dari hartanya memperlihatkan bahwa ia telah menjadikan harta sebagai berhala. Kekayaannya telah membuat dia menolak hidup kekal.
Yesus tidak mengajarkan, bahwa orang miskin lebih mudah masuk sorga atau bahwa setiap orang harus melepaskan kekayaannya. Namun, tiap orang harus menyadari kebutuhannya akan Allah. Semua orang harus sadar bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang bisa dilakukan untuk memperoleh hidup kekal. Hidup kekal hanya bisa diperoleh dengan harga yang sangat mahal melalui pengorbanan Yesus Kristus.
Jikalau hari ini kita memiliki kekayaan itu semata-mata hanyalah anugerah. Dengan rendah hati kita mengakui, bahwa Tuhanlah yang memberikan kita kekuatan untuk meraih kekayaan.
Ayat Bacaan Setahun: Yohanes 20:19-23, Kolose 4:2-6, Yeremia 29:1-23, 2 Tawarikh 16-17
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mencintai Engkau lebih dari apa pun. Beri aku hati berserah kepada-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung