Renungan Harian (26 September 2016)

26LELAH JADI BERKAH

Amsal 10:2

Amsal 10:2. “Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.”

Kisah sejati tentang kejujuran, tanggung jawab dan kebaikan hati selama ini hanya saya baca di buku-buku psikologi atau surat pembaca di koran. Bersyukur saya diberi kesempatan untuk ‘menikmati’ sendiri pengalaman hidup ini dari seorang yang bernama Pak Abdul Basid, manager dari sebuah restoran cepat saji di Rest Area Cikampek KM 72.

Di suatu akhir pekan, kami sekeluarga berencana mengunjungi pameran di Jakarta dan mampir dulu untuk makan di rest area. Waktu menunjukkan pkl. 17.30 saat kami tiba. Indikator baterai HP saya menunjukkan 35% dan meski di tas ada power bank, guna mengantisipasi kemungkinan macet panjang, saya berpikir ada baiknya menitipkan HP di kasir saja untuk dicharge. Setelah makan, kami langsung melenggang keluar dan melaju menuju ibukota.

20 menit kemudian, saya baru teringat bahwa HP yang dicharge belum sempat diambil. Kami langsung menghubungi call center tapi hanya mendapat info nomor telepon cabang di rest area KM 19. Setelah mendapatkan nomor yang dibutuhkan dari supervisor di cabang KM 19, kami langsung menghubungi restoran cepat saji di KM 72 tersebut.

Selanjutnya, kepanikan kami disambut di ujung telepon dengan keramahan dan empati dari sang manajer. Beliau menjanjikan akan segera mencari cara untuk mengantarkannya. Kami sebenarnya hanya berharap HP itu disimpankan dulu sampai kami datang mengambil. Tapi apa yang diberikan sungguh melebihi ekspektasi kami. Lokasi rumah Pak Abdul Basid ada di Cikarang dan saat itu kami menginap di sebuah hotel di kawasan Lapangan Banteng. Pak Abdul berangkat dengan sepeda motor menuju hotel kami. Salut, haru, ucapan terima kasih, kagum, semua bercampur menjadi satu.

Kami sekeluarga belajar dan terberkati oleh integritas tanpa pamrih ini. Satu kalimat yang terucap darinya, “Semoga lelahku menjadi berkah bagi keluargaku.” Bagaimana dengan kita sebagai orang Kristen? (NK).

Doa: “Sebagai anak-Mu, kami hidup dengan penuh integritas, tulus dan tanpa pamrih, seperti yang telah Engkau teladani, ya Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …