BERLIAN DI TUMPUKAN SAMPAH
Kejadian 39:1-6
Kejadian 39:2. “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.”
Carla Squitieri dan suaminya Bernie, pasangan suami istri dari Missouri, Amerika Serikat, terlihat sedang berjuang di gunungan sampah demi mencari cincin yang tak sengaja terbuang. Bukan cincin biasa, perhiasan tersebut adalah cincin kawin berlian 12,5 karat, yang harganya mencapai 400.000 dollar AS atau setara Rp 5,4 miliar.
“Saya terbiasa mencopot cincin saya ketika hendak mencuci tangan. Hari itu, ketika saya sedang cuci tangan di wastafel, tiba-tiba bel berbunyi. Cepat-cepat saya mengambil handuk untuk mengelap tangan dan berlari ke depan. Rupanya, saya lupa mengambil kembali cincin itu sehingga tanpa sengaja terbuang”, kata Carla.
Mereka baru sadar kalau cincinnya hilang setelah beberapa jam berlalu. Bernie langsung berupaya menghubungi pengelola TPA, ketika Carla pertama kali menyadari hal itu. Beruntung, setelah mereka mengais-ngais tumpukan sampah yang menjulang tinggi, mereka menemukannya.
Kehidupan Yusuf dapat diibaratkan sebagai cincin berlian yang hilang tadi di tengah-tengah tumpukan sampah. Walaupun ia dibuang oleh saudara-saudaranya, tetapi kualitasnya yang bagaikan perhiasan itu membuat dirinya dicari-cari oleh orang. Di manapun dia berada, Yusuf diberikan kepercayaan yang lebih dari pada orang lain. Demikian pun ketika ia ada di penjara. Hasil terbaik dari pekerjaan yang ia lakukan. Menghasilkan pekerjaan terbaik tidak dipengaruhi oleh tempat.
Seperti itu juga seharusnya hidup kita. Meskipun kita berada di tengah-tengah “sampah dunia”, tetapi kita harus selalu bercahaya dan memberi dampak positif bagi sekitar kita. (NK).
Doa: “Mampukan kami, ya Roh Kudus, untuk selalu bercahaya bagi sekitar kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung