Renungan Harian (26 Oktober 2017)

BELAJAR DARI RASA PAHIT

1 Petrus 5:1-4

1 Petrus 5:2. “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.”

Suatu kali anak muda di gereja kami mengikuti pertandingan bola basket antar gereja. Kami mulai melakukan persiapan, dengan fasilitas dan waktu yang sangat minim. Pada suatu kali kami bertanding dengan kondisi beberapa anggota tim tidak bisa hadir dan datang terlambat. Tetapi dengan selisih angka yang tipis, kami berhasil memenangkan pertandingan tersebut. Namun, setelah beberapa saat, panitia menganulir kemenangan tersebut karena menurut pencatatan di meja panitia, ternyata tim lawan yang unggul dalam perolehan angka berbeda dari papan skor. Setelah berdebat panjang akhirnya ada opsi untuk mengulang babak terakhir dari pertandingan, hanya tim lawan keberatan karena tim kami sudah hadir lengkap dan lebih siap. Pemimpin kami tiba-tiba secara sepihak memutuskan kami menerima kekalahan itu.

Saat itu, seluruh anggota tim merasa sangat kecewa dan terluka. Pemimpin macam apa yang mengambil keputusan hanya untuk dilihat tampil baik di mata orang lain, tetapi mengorbankan orang-orang di bawahnya. Segudang alasan dan ayat rohani tentulah bisa dilontarkan untuk membenarkan perbuatannya. Di matanya, semua kerja keras tim tidaklah sebanding dengan “image” dan berbagai gelar rohani yang disandangnya. Setelah mengambil keputusan itu, pemimpin ini segera menyudahi pembicaraan, tanpa mau mendengar pendapat atau kritik. Ia pergi meninggalkan kami yang sedang dalam keadaan kecewa. Tetapi saat itu, kami seluruh tim jadi sharing, dan melihat sisi terbaik dari situasi ini. Kami malah saling menguatkan dan belajar dari situasi ini.

Beberapa tahun kemudian, beberapa dari anggota tim kami ada yang jadi pemimpin di komunitas anak muda. Dari pengalaman pahit lalu, mereka belajar menjadi pemimpin yang sebenarnya. Pemimpin yang mengenal, menjaga dan bertanggung jawab atas domba-dombanya. (NK).

Doa: “Tuhan Yesus, mampukan kami untuk mengampuni pemimpin yang mengecewakan kami. Dan beri kami hikmat, agar kami dapat menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, cakap dan tulus hati. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …