Renungan Harian (26 Oktober 2015)

26KASIH YANG SEIMBANG

Matius 22:37-40

Matius 22:40. “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Hukum yang pertama dan terutama untuk orang percaya adalah mengasihi Tuhan. Tentunya kasih kepada Tuhan harus melebihi kasih kepada siapa pun, tetapi harus diingat hal ini tidak lalu membuat kasih kepada sesama berkurang kadarnya. Kalau kasih kepada Tuhan membuat seseorang kurang mengasihi orang-orang yang ada di sekitarnya, khususnya keluarga sendiri, maka jelas-jelas itu adalah kasih yang salah. Kalau seseorang mengasihi Tuhan dengan benar, maka ia tidak akan melukai orang di sekitarnya.

Terdapat fakta di mana seseorang mengaku mengasihi Tuhan dan berjuang untuk mewujudkan kasihnya, tetapi ia harus mengorbankan orang lain, termasuk menelantarkan keluarga yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya (Matius 15:5-6). Kasih kepada Tuhan yang benar akan membuat orang di sekitarnya merasa teduh dan nyaman. Justru kasih kepada Tuhan diekspresikan dengan kasih kepada sesama sesama secara proporsional (Matius 25:35-40).

Banyak kita temui ada orang-orang yang mengaku mengasihi allahnya, sampai-sampai mereka membela dengan membabi buta dan rela mengorbankan nyawa. Tetapi keluarga dan orang-orang yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya justru ditelantarkan. Mereka merasa telah membela allahnya, tanpa mempedulikan orang-orang yang seharusnya menerima perhatian, kasih dan nafkah yang memadai.

Seiring dengan pertumbuhan kasih kepada Tuhan secara benar, maka tindakan kasih seseorang kepada sesamanya juga seharusnya semakin berkualitas. Jika tidak, berarti ia tidak mengasihi Tuhan dengan benar. Dalam hal ini kasih kepada Tuhan yang mengarah ke atas harus berbanding seimbang dengan garis mendatar atau kasih kepada sesama. Pertemuan garis keatas dan garis mendatar inilah yang akan membentuk gambar salib.

Bukti bahwa kita mengasihi Allah adalah saat kita juga bisa mengasihi keluarga dan sesama dengan proporsional dengan kasih yang nyata, seperti kasih Yesus yang selalu memberi solusi dan bukan sekedar empati. (NK).

Doa: “Tuhan Yesus, ajar kami untuk mengasihi-Mu dan mengasihi sesama kami dengan proposional. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …