1 Tesalonika 1:1-10
1 Tesalonika 1:3. “Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.”
Orang bijak berkata, “Repetition is the mother of skill.” Segala macam keterampilan berawal dari pengulangan atau kebiasaan. Pertama kita naik sepeda, pasti pernah terhuyung, lalu terjatuh. Namun, setelah latihan berulang kali, naik sepeda bukanlah perkara yang sulit. Kita menjadi lincah, bahkan banyak orang dapat bersepeda tanpa memegang kemudi. Prinsip ini berlaku dalam banyak bidang kehidupan manusia.
Di tahun 2013 ada satu nama yang dinobatkan sebagai pemain bola terbaik di dunia, yaitu Christiano Ronaldo. Pemain asal Portugal yang kini membela tim Real Madrid (Spanyol) ini menjadi pemain yang amat lincah, cepat, cerdas, dan hampir selalu tampil menawan. Salah satu pemain bola dengan skill paling komplit. Ia masih muda, namun sudah melegenda. Ketika ditanya, mengapa ia dapat bermain bola sebaik dan seindah itu, ia menjawab, “Semua ini karena latihan dan kerja keras. Aku mengulang-ulang keterampilanku menggiring dan menendang bola.” Hal itu dipertegas oleh komentar sang pelatih, “Christiano datang latihan lebih awal, dan pulang paling akhir. Ia terus melatih kemampuannya.”
Ketekunanlah yang akhirnya membuahkan hasil baik dan maksimal. Pun demikian dalam kehidupan beriman kita. Salah satu kelemahan orang Kristen barangkali adalah kurangnya ketekunan. Tekun dalam hal apa? Tentu saja tekun dalam hal melaksanakan tugas/misinya di dunia. Misi apa? Misi orang Kristen tentu harus selaras dengan misi Kristus sendiri. Apakah misi Kristus? Injil menjelaskan dengan gamblang bahwa Yesus hadir untuk menebarkan kasih, perdamaian, pengampunan, penghiburan, dan keadilan.
Barangkali semua orang sudah tahu tentang hal itu. Namun, seberapa yang telah melaksanakan misi kasih itu dengan tekun? Mungkin masih terlalu sedikit. Dunia kita saat ini butuh orang-orang yang mau tekun mencintai, mengasihi, mengampuni, berdamai. Dunia kita butuh lebih banyak orang yang bekerja nyata, bukan sekadar bernyaman-nyaman ria dengan ritual agama. Mari kita terus mengasah kemampuan kita dalam menebarkan kasih. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau terus melatih dengan tekun kemampuan kami dalam menebarkan kasih-Mu, di tengah dunia yang penuh dengan hati-hati yang luka. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
