BOSAN, LAMA HABISNYA!
Roma 14:17-18
Roma 14:17. “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”
Pulang ibadah minggu ini, anak saya tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya. Ia mendapat bingkisan dari teman sekolah minggu yang merayakan ulang tahun di gereja. Di mobil anak saya sudah tak sabar membuka bingkisannya dan dia senang melihat ada permen lolypop di antara beberapa macam snack lainnya. “Ini yang lain saja buat Mama,” katanya sambil menyodorkan semuanya. Sepertinya yang dia perlukan dan mau hanya satu yaitu permen lolypopnya. Beberapa menit dia asik sendiri menikmati lolypop sebelum akhirnya dia bertanya, “Mah, mau ngga lolypop-nya?” “Kenapa, kok tadi tidak mau kasih Mama?” balasku bertanya, “Aku udah ‘ga mau, lama banget habisnya. Bosan!” jawabnya.
Kesenangan atau kenikmatan di dunia ini memang acap terjadi sesaat. Saya atau mungkin Anda juga pernah mengalami seperti anak saya? Mendapat sesuatu yang paling kita suka, mungkin adalah impian hidup kita, bisa jadi rumah impian, mobil impian, penghargaan karena prestasi, promosi jabatan, pasangan yang ideal, semua itu akan membuat kita merasa senang sekaligus bangga. Tapi coba kita cek kembali, berapa lama kebanggaan itu bertahan? Biasanya tidak terlalu lama, hanya beberapa bulan, karena kemudian ada impian lain, atau ada faktor bosan dari kita sendiri akan hal tersebut. Begitu seterusnya. Tidak ada yang bertahan cukup lama.
Bersyukur sukacita yang dari Allah tidak bisa diberi oleh siapa pun di dunia ini dan tidak akan pernah bisa tergantikan dengan pencapaian sehebat apa pun. Selama di dunia kita diberi pengharapan kepada-Nya untuk bisa melalui banyak masalah dengan tidak berputus asa. (NK).
Doa: “Sungguh sukacita yang dari pada-Mu itu yang kekal dan menjadi kekuatan bagi kami, ya Allah. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung