MURAH HATI
Matius 5:1-12
Matius 5:7. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Khotbah Tuhan Yesus sangat bertentangan dengan apa yang disampaikan dunia. Mungkin orang yang mendengar saat itu menjadi bingung, aneh, tetapi juga membukakan cara mereka berpikir menjadi baik dan benar. Kata berbahagia yang diucapkan Tuhan Yesus diikuti dengan kalimat lain yang menjadi penyebabnya atau keadaannya. Dunia mengatakan orang yang kuat, pandai, dan keras (tangguh) yang akan memiliki bumi, namun Tuhan Yesus mengatakan orang yang lemah lembut yang memiliki bumi. Orang dunia menganggap orang yang lemah lembut akan dilindas orang yang kuat.
Mengenai ayat 7, Tuhan Yesus mengingatkan, bahwa jika kita ingin beroleh kemurahan, maka kita pun harus bermurah hati. Ada pun arti kata “murah hati” adalah suka memberi, tidak pelit, dan suka menolong. Karakter ini harus dikembangkan dalam diri setiap anak-anak Tuhan, sebab kekristenan itu identik dengan kasih, dan salah satu bukti memiliki kasih adalah murah hati. Firman Tuhan mengingatkan, bahwa adalah terlebih berbahagia memberi daripada menerima (Kisah Para Rasul 20:35).
Mengapa kita harus memiliki sikap murah hati? karena Bapa di Sorga juga murah hati. “Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.” (Mazmur 30:6.)
Bermurah hati atau suka memberi tidak selalu identik dengan berkorban hanya uang atau materi. Tetapi kita yang diberkati Tuhan, adalah wajib bagi kita untuk memberkati orang lain, karena tujuan Tuhan memberkati kita adalah supaya kita dapat menjadi berkat.
Mulai saat ini, mari bermurah hatilah kepada setiap orang, supaya Anda memiliki kebahagiaan.
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau hidup seturut kehendak-Mu. Biarlah kami dikenal sebagai orang yang murah hati, karena Engkau terlebih dahulu murah hati kepada kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung