
REKONSILIASI
Roma 5:1-11
1 Timotius 2:5. “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,”
Dalam menghadapi konflik, kita bisa memilih dua cara, yaitu rekonsiliasi atau resolusi. Tuhan Yesus adalah Sang Pembawa Damai yang hebat. Allah telah mengutus Tuhan Yesus ke Bumi untuk mendamaikan kita, sebab kita tengah berkonflik dengan Allah. Allah berfokus pada rekonsiliasi, bukan pada resolusi. Ada sebuah perbedaan besar pada kedua kata tersebut. Rekonsiliasi berarti membangun kembali hubungan. Resolusi berarti menyelesaikan setiap masalah. Bila Allah memilih resolusi, itu mudah bagi-Nya. Manusia yang memberontak terhadap Allah tinggal dilenyapkan saja dan Allah bisa menciptakan dunia yang baru bagi-Nya. Namun, Allah memilih rekonsiliasi. Dia berinisiatif berdamai dengan manusia berdosa.
Bisakah Anda memiliki sebuah hubungan yang penuh kasih tanpa perlu sepakat akan segala hal? Tentu saja Anda bisa. Jika Anda belajar untuk tidak sependapat tanpa harus merasa tidak enak hati, itu dinamakan hikmat. Jika Anda belajar untuk hidup dalam harmoni tanpa harus memiliki pandangan yang sama, itu dinamakan hikmat.
Anda akan serupa Yesus Kristus saat
Anda berdamai dengan orang lain. Anda paling menyerupai Yesus ketika Anda
membangun jembatan, bukan tembok. Itulah yang Yesus lakukan!
Roh Kudus akan membantu Anda untuk bisa mengambil inisiatif dan tidak menunggu
orang lain terlebih dulu. Anda akan menemukan waktu dan tempat yang tepat, dan
kemudian Anda memiliki keberanian untuk mengakui, bahwa Anda juga bagian dari
penyebab konflik itu. Lakukanlah dengan rendah hati.
Belajarlah untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Fokuslah pada rekonsiliasi, bukan fokus pada penyelesaian semua masalah. Serahkan pergumulan konflik Anda ke dalam tangan Sang Raja Damai.
Ayat Bacaan Setahun: Wahyu 19:1-6; Ibrani 12:12-17; Daniel 8; Zakharia 12
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ajar aku melakukan rekonsiliasi dan bukan resolusi. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung