Renungan Harian (26 Agustus 2017)

JARI PEMBUAT ROTI

2 Tawariks 20:20-27

2 Tawarikh 20:22. “Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.”

Suatu hari seorang pemilik toko roti terkenal di sebuah kota kecil Salatiga, membuat adonan roti dengan mesin penggilingnya. Sementara penggilingan roti dijalankan, tanpa sengaja tangannya masuk ke dalamnya. Rasa sakit tidak tertahankan dan mesin segera dimatikan. Dipanggilnya teknisi mesin untuk mengeluarkan tangannya dari dalam penggilingan. Tetapi setelah dicoba beberapa lama, tidak menghasilkan apa-apa. Dilema terjadi dimana kalau tangan ditarik, maka jari-jari tangannya akan patah bahkan putus.

Di tengah-tengah kesakitannya, ia meminta anaknya untuk memanggil pendetanya untuk mendoakan. Pendeta  datang dan melihat apa yang terjadi dan menyadari, bahwa ia pun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya yang diingat adalah ada kuasa dalam pujian dan penyembahan. Sang pendeta meminta gitar dan mulai menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Allah dan meminta om pembuat roti tersebut untuk ikut menyanyi memuliakan nama Tuhan. Sekitar beberapa menit berlalu, terjadilah keajaiban. Di tengah lagu dan tangisan dari si pembuat roti tersebut tiba-tiba ada suara keras “kreek” dan semua membuka matanya. Tangan pembuat roti terlepas dengan ajaib dari penggilingan roti tersebut. Kami semua mengucap syukur untuk kelepasan yang dibuat Tuhan tanpa campur tangan manusia. Mujizat terjadi melalui pujian dan penyembahan.

Dalam Alkitab, dikisahkan bahwa Tuhan  mengadakan penghadangan terhadap Amon dan Moab. Ketika Israel bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, maka terjadilah pertempuran di antara musuh Israel. Israel datang hanya untuk menjarah (2 Taw 20:20-25). Ajaib Tuhan!

Maukah Anda mengalaminya? Tuhan masih bekerja menyatakan mukjizat-Nya di setiap kesempatan dengan berbagai cara, termasuk melalui pujian dan penyembahan Anda. Naikkan pujian dan penyembahan dengan tulus kepada Allah yang memberikan kelepasan bagi umat-Nya. (NK).

Doa: “Kami mau menaikkan pujian dan penyembahan kami di setiap waktu, karena kami tahu Engkau bertahta di atasnya. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …