
Renungan Harian 25 September 2022
PUJILAH KARENA KEMURAHAN-NYA Renungan Harian 25 September 2022
Mazmur 107
Mazmur 107:43. Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN. Renungan Harian 25 September 2022
Mazmur 107 ditulis sebagai mazmur ucapan syukur kepada Allah kita yang penuh kemurahan. Ayat 4-30 bercerita tentang empat tipe perkara yang dialami manusia.
Pertama, orang-orang yang mengembara di padang belantara. Mereka lapar dan haus, serta jiwa mereka lemah lesu.
Kedua, orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam serta terbelenggu. Mereka memberontak terhadap perintah-perintah Allah.
Ketiga, orang-orang yang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka. Mereka menyiksa diri hingga hampir mengalami maut.
Keempat, orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas. Orang-orang yang mengalami naik turunnya gelombang dan ganasnya lautan luas. Mereka memerlukan karya Tuhan dan perbuatan-Nya yang ajaib melewati semua itu.
Dalam segala keadaan yang manusia alami, bahkan dalam keadaan yang terberat sekalipun, kemurahan Tuhan tetap hadir untuk menyelamatkan, memulihkan dan membawa sukacita yang besar dalam hidup kita.
Ayat 32-43 menggambarkan, bahwa Allah sebenarnya sanggup memutar keadaan apa pun menjadi buruk atau baik. Namun, Dia memilih untuk memberikan kemurahan-Nya kepada kita. Allah menyelamatkan orang miskin dari kesengsaraannya. Orang baik melihat itu dan mereka bersukacita, tetapi orang jahat melihatnya dan tidak tahu mengatakan apa-apa. Barangsiapa yang bijaksana akan mengingat hal itu dan mulai mengerti akan kasih setia TUHAN.
Ucapkan syukur kepada Allah yang penuh dengan kemurahan. Hiduplah dengan hikmat Tuhan, sehingga kita dapat melihat kemurahan-Nya dalam segala keadaan.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku bersyukur kepada-Mu. Apa pun keadaanku Engkau Allah yang penuh dengan kemurahan. Amin.”
Bacaan Setahun: Amsal 22-24; 2 Korintus 4-5.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Ketiga, orang-orang yang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka. Mereka menyiksa diri hingga hampir mengalami maut.
Keempat, orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas. Orang-orang yang mengalami naik turunnya gelombang dan ganasnya lautan luas. Mereka memerlukan karya Tuhan dan perbuatan-Nya yang ajaib melewati semua itu.
Dalam segala keadaan yang manusia alami, bahkan dalam keadaan yang terberat sekalipun, kemurahan Tuhan tetap hadir untuk menyelamatkan, memulihkan dan membawa sukacita yang besar dalam hidup kita.
GBI Pasir Koja 39 Bandung