KRISTEN KATANYA
Kolose 3:16
Kolose 3:16. “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”
Jadi orang Kristen jangan cuma bicara | Ngalor ngidul cerita nggak ada buktinya | Suka denger khotbah keren bapak Pendeta | Tapi pulang gereja lupa semuanya…
Itu adalah penggalan lirik lagu “Kristen Katanya” yang dinyanyikan vokalis One Way, Bobby Febian. Berbeda dari album-album rohaninya sebelumnya, dalam Kristen Katanya Bobby mengemas lagu-lagu dengan lebih ‘renyah’. Ia menggunakan bahasa-bahasa gaul keseharian dan memilih genre musik balada. Secara jenaka, Bobby menggunakan lagu untuk mengusik-menyentil. Ia seperti ingin menyadarkan, bahwa ada begitu banyak orang terlibat dalam kekristenan yang dangkal dan tidak mau bertumbuh.
Jika pujian dapat mengalirkan kesembuhan terhadap sakit secara fisik, apa yang dinyanyikan Bobby mungkin justru menyembuhkan pikiran yang keliru. Meluruskan apa yang salah tetapi tetap dipegang sebagai tradisi dalam kekristenan. Jika pujian genre lain dapat melegakan jiwa dan memberi ketenangan, lirik-lirik yang diusung Bobby malah mengusik zona nyaman. Demikianlah pujian dapat digunakan dengan berbagai cara untuk mengubah kehidupan.
Bukan hanya menjadi sarana untuk mengalami mujizat Allah, pujian dan penyembahan ternyata dapat juga dipakai sebagai alat untuk mengajar jemaat. Mengajar untuk hidup dalam kebenaran, mempraktekkan firman dan bukan hanya jago merenungkan dan menyimpannya. Melalui “Pujian Sejati”, lagu yang lebih dulu dilantunkan dalam album sebelumnya, Bobby menyatakan:
Tak cukup mulut yang memuji | Tak cukup mulut yang bernyanyi | Melakukan firman-Mu | Itulah pujian sejati… Mari kita memuji dan menyembah Tuhan untuk membersihkan dan membereskan jiwa dari segala sifat yang tidak berkenan di hadapan-Nya. (NK).
Doa: “Kami mau memuji dan menyembah-Mu dan biarlah pujian yang kami nyanyikan itu mengingatkan kami untuk selalu hidup di dalam kebenaran firman-Mu, Tuhan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung