Kolose 3:9-10
Kolose 3:10. “Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;”
Don Richardson mengambil keputusan untuk menjadi penginjil bagi suku-suku terasing di Nieuw Guinea Belanda 1955. Sebagai persiapan, Richardson mempelajari bahasa dan Carol, istrinya belajar tentang ilmu keperawatan. Juli 1962, pasangan ini bersama Steven, putera mereka yang pertama, mulai tinggal dan bekerja sebagai keluarga penginjil di antara suku Sawi.
Suku Sawi, suatu suku mengembara yang sampai dengan awal 1960-an masih hidup dalam keadaan primitif, terkenal sebagai suku kanibal dan pengayau (head-hunter). Mereka hidup dengan suku-suku lain dalam suasana yang saling curiga dan bersiap selalu untuk berperang
Suatu penemuan yang tidak disangka-sangka dari Don Richardon dari kebudayaan rohani suku Sawi adalah gagasan mereka tentang anak perdamaian (Peace Child), dimana dari kedua belah pihak, masing-masing ayah ke dua suku saling menyerahkan anak bayinya. Mereka membuat janji lisan yang didengar banyak saksi dari kedua belah pihak, bahwa mereka akan mempertahankan perdamaian selama kedua anak itu hidup. Semua yang hadir meletakkan telapak tangan atas anak perdamaian itu sebagai tanda mereka pun akan ikut menjaga perdamaian di antara kedua pihak.
Secara analogis, konsep anak perdamaian ini akan menuntun Don Richardson untuk memperkenalkan Anak Perdamaian lain yang paling unggul dari konsep anak perdamaian suku Sawi yaitu Yesus Kristus. Yesus tetap memberi mereka perdamaian yang kekal antar Allah dan manusia. Dan sejak itu suku Sawi dimenangkan bagi Kristus.
Demikianlah harusnya perjalanan kekristenan kita. Dulu kita yang jahat dan berdosa menjadi manusia yang dipulihkan. Perubahan karakter terjadi saat kita bertobat dan menjadikan Kristus sebagai teladan hidup Kita. Kuasa Roh Kudus menolong kita untuk menjadi manusia baru seperti Kristus. Apakah Anda merasakan hal itu? (NK).
Doa: “Terima kasih Roh Kudus, karena Engkau telah menolong kami sehingga kami semakin hari semakin diubahkan menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin seperti Kristus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
