
BERHENTI DAN MULAI
Efesus 4:17-32
Efesus 4:30. “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.”
Untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus ada hal-hal yang harus kita berhenti lakukan tetapi ada juga hal-hal yang yang harus mulai kita lakukan:
1. Berhenti mengikuti budaya atau nilai-nilai yang tidak sesuai dengan firman Tuhan dan Kerajaan Allah. Mulailah rutin belajar firman Tuhan, dengan cara itu Tuhan akan mengubahkan cara pandang dan cara berpikir kita yang tentu akan mempengaruhi pilihan kita. “Stop looking for a voice but start looking for a verse.”
2. Berhenti mengikuti cara hidup teman atau bahkan keluarga yang tidak mengikut Tuhan. Berhentilah mengijinkan orang lain menentukan pilihan Anda yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Mulailah memilih siapa yang Anda ijinkan berada di lingkaran terdekat Anda. Ingat, dengan siapa Anda bergaul menentukan mukjizat yang akan Anda alami. Contoh: Orang lumpuh dan keempat kawannya. Iman keempat kawannya membuat ia mengalami mukjizat (Markus 2:5).
Amsal 13:20. “Bergaul dengan orang bijak akan menjadi bijak, berteman dengan orang bebal akan malang.”
3. Berhenti dipimpin oleh perasaan dan keadaan dan mulailah hidup oleh iman. Perkatakan firman Tuhan dengan penuh otoritas. Berhenti panik dan berkeliling mencari pertolongan manusia, tetapi belajarlah untuk tenang supaya dapat berdoa. Doa adalah tanda kita mengandalkan Tuhan. Orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati dan sebaliknya jika tidak, akan dikutuk. Cari Tuhan dan firman-Nya, bukan cari orang pintar atau jimat. Taruh pengharapan kita hanya kepada Allah dan bukan kepada zodiak atau fengshui, karena semua itu hanya akan mendatangkan murka Allah.
Waktu kita tahu kehendak Allah tetapi menolak melakukannya maka kita berdosa dan dosa membuat Roh Kudus berduka (Efesus 4:30). Alkitab mengatakan, agar kita jangan mendukakan Roh Kudus.
Ayat Bacaan Setahun: 1 Petrus 3:8-12; 1 Timotius 5:1-8; Ratapan1:1-12; Nehemia 12
Doa: “Kami tidak mau mendukakan Roh-Mu, ya Allah. Kami mau hidup dalam pimpinan-Mu selalu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung