CARA MEMULIAKAN TUHAN
Mazmur 146:1-10
Mazmur 146:2. “Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.”
Di kota Praha, Sabtu dan Minggu adalah hari libur bagi para petugas kebersihan. Itu sebabnya weekend biasanya menjadi hari-hari yang nampak tidak begitu bersih di beberapa bagian sudut kota. Tempat-tempat sampah penuh dan sebagian sampah jatuh bertebaran di jalan atau trotoar kota.
Di saat semacam itu, barulah orang-orang teringat akan petugas kebersihan. “Di mana mereka? Oh… ini weekend makanya mereka ‘gak bekerja.” Begitulah biasanya tanya-jawab yang muncul dalam hati.
Apakah seorang pengacara mau membersihkan jalan dan trotoar yang kotor pada saat itu? Apakah seorang pendeta mau membersihkan sampah-sampah pada akhir minggu itu? Bisa saja, tapi tidak akan maksimal karena profesinya memang bukan di situ. Kita bersyukur karena ada petugas kebersihan yang melakukan pekerjaan mereka dengan sungguh-sungguh.
Siapapun dengan profesinya dapat memuliakan Tuhan, meskipun nampak tidak bergengsi. Kita seringkali bangga apabila punya anak yang profesinya dokter, tapi apakah dalam profesinya itu ia memuliakan Tuhan dalam melayani pasien? Kita seringkali mencemooh apabila ada orang yang profesinya bergaji kecil, padahal apa pun profesi yang dilakoni, bisa mempermuliakan nama Tuhan apabila dikerjakan dengan penuh kesungguhan.
Pemazmur berkata hendak memuliakan Tuhan selama hidup, hal itu berarti di manapun dan kapanpun. Kita pun hendaknya demikian, dapat memuliakan Tuhan baik di rumah maupun di tempat kerja.
Profesi yang kini Anda tekuni sebagai orang Kristen adalah kesempatan untuk memuliakan Tuhan. Kita mempersembahkan kejujuran, menunjukkan pengabdian dan meneladankan kebaikan. Saat semua itu dilakukan, kita sedang menjadi berkat. (NK).
Doa: “Kami mau selalu memuliakan-Mu, tidak hanya dengan ucapan bibir kami saja, tetapi lewat apa pun yang kami kerjakan. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung