HARAPKAN MUKJIZAT!
Markus 9:14-29
Lukas 18:27. “Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”
Dalam khotbah di sebuah ibadah pada hari Minggu, seorang pendeta bertanya kepada jemaat yang hadir, “Siapa yang ingin mendapatkan mukjizat dari Tuhan?” Jemaat pun dengan antusias mengangkat tangannya. Pendeta itu melanjutkan, “Kalau demikian maka saya berdoa agar kalian semua mendapatkan masalah yang luar biasa besar, yang tidak dapat diselesaikan tanpa mukjizat!” Seketika itu jemaat tertawa malu karena mereka tidak mengharapkan bagian ini terjadi dalam kehidupan mereka.
Walaupun perkataan pendeta di atas terdengar lucu dan terkesan hanya bercanda, tetapi sesungguhnya di dalamnya terkandung kebenaran firman Tuhan yang sering diabaikan oleh orang percaya. Jika kita mengharapkan mukjizat, ini berarti kita mengharapkan sesuatu yang di luar pemikiran rasional kita dapat terjadi. Namun, berapa banyak dari antara kita yang masih lebih sering mengandalkan pikiran kita dalam menghadapi persoalan kehidupan?
Ketika ada orang yang gajinya tidak cukup atau pas-pasan, bagi Allah adalah mungkin untuk mengerjakan terobosan keuangan, tetapi yang dianggap mungkin bagi kita adalah berdemo menuntut kenaikan gaji. Ketika ada yang mengalami sakit penyakit, Allah mau dan sanggup untuk menyembuhkan kita melalui doa dan penumpangan tangan atas orang sakit, tetapi yang dianggap mungkin bagi kita adalah jika Allah mengerjakan mukjizatnya hanya melalui dokter dan obat.
Kita sudah terbiasa untuk hidup dalam batasan pemikiran kita yang kita anggap logis dan rasional. Justru karena hal ini pula, maka Allah seringkali tidak diberikan kesempatan untuk menyatakan kemuliaan dan kuasa-Nya yang tidak terbatas itu. Karena itu, marilah kita membuka hati dan pikiran kita untuk menerima firman-Nya agar Ia dapat mengerjakan mukjizat dalam kehidupan kita. (NK).
Doa: “Sesuai firman-Mu, kami percaya bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu. Kami mengandalkan-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung