Markus 14:3-9
Markus 14:9. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”
Selain dari 12 murid yang mengikuti-Nya, Tuhan Yesus memiliki sahabat-sahabat lain yang Ia kasihi, yaitu kakak beradik Maria, Marta dan Lazarus (Yoh. 11:5). Setiap kali Tuhan Yesus mampir ke rumah mereka, Ia selalu diperlakukan dan dilayani dengan sangat baik (Lukas 10:38-42, Yohanes 12:1-7), apalagi sejak Ia membangkitan Lazarus dari kematian. Ayat bacaan yang kita baca hari ini menceritakan, bagaimana Maria (bandingkan dengan Yohanes 12:1-8) rindu memperlakukan Kristus lebih istimewa dari sudah pernah ia lakukan sebelumnya.
Kalau Anda ingin mempesona Allah dengan mempersembahkan sesuatu kepada Allah yang adalah pencipta dan pemilik seluruh alam semesta, maka Anda harus mempersembahkan sesuatu yang memiliki ‘wow faktor’ agar Ia bisa terpesona, seperti yang Maria lakukan. Bukan karena minyak narwastu itu mahal, tetapi karena Maria mempersembahkan sesuatu yang bagi Maria sendiri adalah sesuatu yang sangat berharga. Sama seperti seorang janda miskin yang menyerahkan seluruh hartanya kepada Allah, sampai-sampai Tuhan Yesus memanggil murid-murid-Nya untuk memperhatikan sang janda miskin tersebut (Lukas 21:1-4). Persembahan kedua wanita ini berbeda dalam jumlah tetapi sama-sama memiliki ‘wow faktor’ yang mempesona Tuhan Yesus. Kedua wanita ini sangat menghargai Tuhan dengan memberikan yang terbaik dan hal yang paling berharga dalam kehidupan mereka bagi Allah. Hasilnya, sampai kapan pun Injil diberitakan, mereka akan selalu dicatat, diingat dan diceritakan.
Dari kisah yang kita baca hari ini, kita juga belajar, bahwa Maria dipakai Allah untuk melakukan sebuah tindakan propetik, yaitu meminyaki tubuh Kristus, yang adalah tanda bahwa kematian-Nya sudah dekat. Maria tidak tahu, bahwa itu adalah sebuah tindakan propetik. Ia hanya seorang wanita yang memiliki kerinduan untuk melakukan apa saja yang ia bisa lakukan bagi Tuhan Yesus.
Untuk menjadi berkenan bagi Allah, banyak orang ingin melakukan hal-hal yang mustahil bagi Allah, sementara hal-hal yang bisa mereka lakukan tidak mereka kerjakan. Ketahuilah, bahwa bagian yang mustahil itu adalah bagian Allah. Yang perlu kita lakukan adalah melakukan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan bagi Dia dengan segenap hati, maka Anda akan melihat perkenanan Allah akan Ia nyatakan dalam hidup Anda.
Doa: “Engkau sangat kami kasihi dan hargai, ya Allah. Oleh sebab itu, kami mau melakukan apa saja yang bisa kami lakukan, yang terbaik dan dengan segenap hati, untuk Engkau. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
