
Renungan Harian 25 Juli 2022
DOMBA SANG GEMBALA Renungan Harian 25 Juli 2022
Yohanes 10:22-39
Yohanes 10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.. Renungan Harian 25 Juli 2022
Yohanes 10 menguraikan tentang ciri-ciri Gembala Yang Baik. Sekarang melalui perikop yang sama pada Yohanes 10, kita akan belajar dari sisi domba yang baik. Dalam perikop bacaan kita hari ini diberi judul ‘Yesus ditolak orang Yahudi.’ Ada pesan yang tersirat melalui firman Tuhan ini yang berkaitan dengan domba yang baik. Ada penegasan dalam ajaran Tuhan Yesus mengenai perbedaan domba yang baik dan yang tidak.
Ada dua hal yang menjadi ciri khas domba kepunyaan-Nya yaitu mendengarkan suara sang Gembala dan mengikuti-Nya. Ciri ini yang tidak dimiliki oleh domba-domba lain dan yang bukan kepunyaan-Nya. Kata ‘mendengarkan dan mengikuti’ menegaskan, bahwa dua kegiatan tersebut dilakukan berulang kali dan menjadi kebiasaan. Domba yang tidak terbiasa mendengarkan suara sang Gembala dan tidak mengikuti-Nya, cenderung meninggalkan Gembalanya. Domba-domba ini dapat dipastikan bukan kepunyaan Sang Gembala.
Orang-orang yang tidak percaya kepada firman Tuhan, karena orang-orang ini bukan domba-domba sang Gembala. Domba-domba yang baik pastilah mendengarkan suara sang Gembala. Sang Gembala mengenal para domba-Nya dan mereka mengikuti-Nya.
Sang gembala memberikan hidup yang kekal kepada mereka. Mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya. Tidak seorang pun dapat merebut mereka dari tangan sang gembala.
Demikianlah Gembala Sejati memberikan janji hidup yang kekal kepada semua domba kepunyaan-Nya. Bahkan kepada domba yang paling lemah sekalipun, asalkan ia tetap mendengar dan mengikuti-Nya, ia tidak akan pernah ditinggalkan-Nya.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ajar aku menjadi domba yang baik, yang selalu mendengar dan mengikuti-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Ayub 1-3; Kisah Para Rasul 16:1-25.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Demikianlah Gembala Sejati memberikan janji hidup yang kekal kepada semua domba kepunyaan-Nya. Bahkan kepada domba yang paling lemah sekalipun, asalkan ia tetap mendengar dan mengikuti-Nya, ia tidak akan pernah ditinggalkan-Nya.
GBI Pasir Koja 39 Bandung