
KEKAYAAN SEJATI
Lukas 18:18-27
Lukas 18:24-25. Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Ayat di atas merupakan perkataan yang diucapkan Tuhan Yesus sendiri yang kemudian menjadi sangat populer sekaligus mengejutkan banyak orang. Pernyataan Tuhan Yesus itu menyiratkan arti, bahwa sangat sulit bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Bahkan, hampir tidak mungkin bila diumpamakan dengan seekor unta yang harus masuk melalui lobang jarum.
Dalam pandangan orang Yahudi pada saat itu dan mungkin juga pada sebagian orang di zaman sekarang, menjadi kaya adalah tanda anugerah dari Tuhan, sedangkan kemiskinan merupakan tanda ketidaksetiaan orang terhadap Tuhan atau ketidaksukaan Tuhan kepada orang tersebut. Orang Farisi pun mencemooh Tuhan Yesus yang hidup sederhana (Lukas 16:14.). Jadi apa yang sesungguhnya ingin dipesankan Tuhan Yesus melalui perkataan-Nya itu?
Dalam pandangan Tuhan Yesus, kekayaan dapat menjadi rintangan dalam kemuridan orang percaya. Mungkin karena orang yang mengandalkan kekayaan materi hidup seolah tidak membutuhkan Tuhan, sebab mereka memegang rasa aman semu dari materi. Jelaslah yang Tuhan Yesus maksudkan adalah kesiapan hati setiap orang, baik kaya maupun miskin, untuk mengikuti dan menjalani kehidupan seorang murid dalam Kristus. Orang yang memiliki maupun yang kurang memiliki kekayaan materi, tetap harus dapat membebaskan hati mereka dari perkara dunia dan memberi diri sebagai murid Kristus seumur hidupnya.
Kekayaan sejati orang percaya adalah iman, pengharapan dan kasih yang berlimpah-limpah dalam kemuliaan-Nya.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mau menjaga hatiku untuk tetap menyembah-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 6:52-59; II Korintus 9:1-5; Yesaya 36; II Samuel 13:23-15:12.
GBI Pasir Koja 39 Bandung