PERSAHABATAN DALAM KRISTUS
Galatia 6:2
Galatia 6:2. “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”
Beberapa hari yang lalu, suami saya mengalami kecelakaan dan mengakibatkan patah tulang. Bukan hanya dukungan doa dan semangat saja yang kami rasakan. Ada teman yang mengantar suami saya pergi ke rumah sakit, sementara saya harus menggantikan suami di kantor, ada juga teman yang bisa saya percayai untuk dititipi anak kami sepulang sekolah. Nyata sekali pengalaman “.. dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,…tidak mencari kepentingan sendiri… menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.” (Filipi 2:1-3)
Kita semua memang perlu berlaku sebagai sahabat dengan sikap yang benar kepada para ‘pemungut cukai dan orang berdosa’ jikalau kita mau menjadi saksi yang efektif dalam komunitas. Namun, jika kita ingin menjadi saksi dalam komunitas duniawi, kita terlebih dahulu harus memiliki persekutuan yang lebih kuat di dalam tubuh Kristus, untuk memastikan kita tidak disesatkan oleh ‘sahabat-sahabat dunia’ kita. (1 Kor. 15:33).
Menurut penulis David Baker, dasar persahabatan duniawi adalah ‘kepentingan bersama’ dan dipupuk dengan ‘keuntungan bersama’. Sementara persahabatan dalam tubuh Kristus dibangun di atas ‘iman yang sama’ dan dipupuk dengan prinsip ‘memberi-menerima yang murni tulus’, bukan untuk ‘keuntungan bersama’. Seorang sahabat dalam Kristus tidak akan menghakimi kita, tetapi juga tidak akan membenarkan perbuatan dosa kita. Mereka akan mendorong kita untuk sepenuhnya bertanggung jawab sebagai pengikut Kristus. Dengan cara ini, “Seorang kawan memukul dengan maksud baik” (Ams. 27:6).
Marilah sementara kita menjadi saksi di dunia luar, kita bertumbuh terlebih dahulu dalam persekutuan yang benar dengan sesama pengikut Kristus, sehingga ketika ada teman yang memerlukan penghiburan atau pertolongan, kita tidak menjadi “penghibur sialan” (Ayub 16:2). (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, kami bersyukur untuk saudara seiman yang Engkau anugerahkan bagiku. Ajar aku untuk lebih lagi mengasihi mereka, seperti Engkau telah mengasihiku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung