1 Yohanes 4:8, 16b.
1 Yohanes 4:8. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”
Orang-orang yang pernah mengalami bencana atau musibah tidak pernah berkata, “Saya memikirkan tabungan saya saat gempa bumi itu.” Mereka biasanya berkata, “Saya teringat suami/istri, orangtua atau anak-anak saya.” Kita seharusnya tidak memerlukan bencana untuk menyadari hal apa yang lebih penting. Tetapi sering tanpa disadari kita membiarkan pengejaran akan uang, karir, hobi, bahkan “pelayanan” mengalihkan perhatian kita dari keluarga.
Keluarga yang harmonis dan bahagia tidak terjadi begitu saja, tetapi memerlukan investasi waktu dan pemeliharaan yang membutuhkan kerja keras dan energi kita. Menjaga rumah yang damai dan mengutamakan kebutuhan orang lain dapat membuat kita lelah dan bosan apabila hal itu tidak didasari oleh kasih. Dan jika kita mengaku sebagai orang yang telah mengenal Allah, maka kita harus memiliki kasih yang adalah Pribadi Allah sendiri.
Saat kita ingin berteriak pada pasangan atau anak remaja kita karena sesuatu, tanyakan pada diri kita, “Apakah Allah, yaitu Kasih yang ada dalam diri kita, ingin berteriak saat ini?” Ingatlah: Kasih itu sabar. Tidak bisakah kita menyampaikan sedikit kesabaran terhadap suami/istri, anak, orangtua kita?
Saat orang tua kita lagi-lagi lupa cara menggunakan smartphone meskipun kita telah mengajarinya berkali-kali, ingat: kasih tidak sombong, jangan meremehkan mereka.
Saat kita mungkin merasa kecewa dengan keadaan keluarga kita, anak atau orangtua kita, “Kasih…menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Kor 13 : 7)
Kita diuji supaya kita dapat bertumbuh dan menguasai keterampilan yang tidak dapat kita pelajari dengan cara lain: keterampilan untuk bersabar dan sifat tidak mementingkan diri sendiri, yang akan membantu kita menjadi semakin serupa seperti Kristus. (NK).
Doa: “Kami mau mengasihi lebih lagi karena kami menyadari, bahwa kami telah lebih dahulu dikasihi oleh-Mu, Kristus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
