
SURAT DARI YESUS DI HARI NATAL
Wahyu 3:20-21
Wahyu 3:20. “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”
Sahabatku terkasih, kita semakin dekat dengan hari ulang tahun-Ku. Setiap tahun ada suatu perayaan khusus demi menghormati-Ku, dan Aku pikir tahun ini perayaan ini juga akan dirayakan. Pada masa ini banyak orang berbelanja hadiah dan di segenap penjuru dunia orang berbicara mengenai hari ulang tahun-Ku yang semakin menjelang.
Tetapi, adakah kalian tahu? Aku tidak diundang. Aku adalah tamu kehormatan dan mereka bahkan tidak ingat untuk mengirimi-Ku undangan. Pesta itu untuk-Ku, tetapi ketika hari besar itu datang, Aku dibiarkan di luar; mereka menutup pintu di depan muka-Ku. Mereka semuanya minum-minum; sebagian bahkan mulai mabuk dan melontarkan gurauan-gurauan dan menertawakan segala sesuatu. Sungguh, mereka riang-ria dalam pesta-pora. Di puncak acara, seorang tua yang besar berpakaian serba merah, berjanggut putih panjang, memasuki ruangan sembari berseru Ho-Ho-Ho! duduk di atas sofa dan anak-anak berlarian menyonsongnya, seraya berseru, “Santa Claus, Santa Claus,” seolah pesta ini untuknya!
Setiap tahun, keadaannya semakin parah. Orang hanya ingat hadiah, pesta, makan dan minum; tak seorang pun ingat akan Aku.
Aku rindu Natal ini engkau membiarkan-Ku masuk dalam hidupmu. Aku rindu engkau tahu, bahwa lebih dari dua ribu tahun yang lalu, Aku datang ke dunia, memberikan nyawa-Ku demi menyelamatkan kalian. Kini Aku akan menyelenggarakan pesta-Ku sendiri, suatu pesta agung. Hari ini Aku mengirimkan banyak undangan, juga untukmu. Aku akan menyediakan tempat bagimu dan menuliskan namamu dengan huruf-huruf emas dalam buku tamu-Ku. Hanya mereka yang ada dalam daftar tamu akan diundang ke pesta. Sampai jumpa. Aku mencintaimu.
Dari Tuhan Yesus Kristus.
Ayat Bacaan Setahun: Wahyu 18:21-24; Ibrani 12:7-11; Daniel 7; Zakharia 11
Doa: “Tuhan Yesus, masuk ke dalam hidupku dan bertahtalah sebagai Raja atasku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung