Matius 1:18-25
Matius 1:23. “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita.”
Nabi Yesaya sudah bernubuat, tentang kelahiran Kristus, sang “Imanuel.” Suatu istilah Ibrani yang berarti “Allah menyertai kita.” Baik Matius maupun Lukas sama-sama menuliskan, bahwa Yesus Kristus dikandung oleh Roh Kudus dan lahir dari seorang perawan tanpa campur tangan ayah manusia. Apakah artinya?
Kata anak dara dalam Mat. 1:23 merupakan padanan yang tepat dari istilah Yunani parthenos yang terdalam dalam versi septuaginta di Yes. 7:14. Kata anak dara dalam bahasa Ibrani (almah) menunjuk kepada seorang gadis yang telah cukup umur untuk menikah dan menyatakan, bahwa ia adalah seorang perawan. Agar Sang Penebus dapat memenuhi syarat untuk menanggung hukuman karena dosa kita dan membawa keselamatan, maka Ia harus sepenuhnya manusia, tidak berdosa dan sepenuhnya Ilahi (Ibr. 7:25-26). Kelahiran Yesus dari seorang perawan memenuhi ketiga syarat ini.
Satu-satunya cara agar Yesus dapat lahir sebagai manusia ialah dilahirkan dari seorang wanita. Satu-satunya cara agar Ia dapat lahir tanpa dosa ialah dengan cara dikandung oleh Roh Kudus (Mat. 1:20). Satu-satunya cara Ia dapat sepenuhnya Ilahi ialah dengan Allah sendiri selaku Bapa-Nya. Oleh karena itu, Yesus tidak dikandung secara alamiah tetapi secara adikodrati.
Sebagai manusia sepenuhnya, Tuhan Yesus dapat turut merasakan kelemahan kita (Ibr. 4:15-16). Dan sebagai Anak Allah yang Ilahi, Ia berkuasa untuk melepaskan kita dari perbudakan dosa, kuasa Iblis dan maut. Ia juga memenuhi syarat untuk menjadi korban bagi dosa semua orang dan menjadi Imam Besar yang bersyafaat untuk semua orang yang datang kepada Allah (Ibr. 7:24-28).
Kita dapat yakin sepenuhnya, bahwa Ia yang menyertai kita juga ikut merasakan kelemahan dan penderitaan kita. Tetapi tidak hanya berhenti sampai di sana saja, tetapi Ia juga Allah yang berkuasa, yang sanggup menolong dan melepaskan kita. Haleluya!
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus, karena kasih dan penyertaan-Mu nyata, lewat setiap pertolongan, kekuatan, penghiburan dan mujizat yang Kaunyatakan di dalam hidupku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
