DISERANG LEBAH
Nehemia 1:1-11
Nehemia 1:4. “Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,”
Yosef, seorang anak remaja sedang pergi berlibur ke rumah kakeknya di desa. Ketika itu Yosef bersama dengan pamannya sedang memetik buah mangga dan rambutan yang ada di kebun kakeknya tersebut, tanpa disengaja ternyata Yosef menyentuh sarang lebah yang ada di sebatang pohon. Kemudian lebah-lebah itu keluar dari sarangnya lalu menyerang dan menyengat Yosef. Yosef menjerit minta tolong dan berlari tak tentu arah. Lalu sang paman berteriak “Yosef, larilah ke kolam itu, masuk ke dalam airnya!” Yosef segera berlari ke dalam kolam dan menenggelamkan tubuh hingga kepalanya ke dalam airnya, tak lama kemudian lebah-lebah itu pun berhenti mengejar Yosef dan kembali ke sarangnya.
Sering sekali kita diserang oleh berbagai persoalan hidup, yang bertubi-tubi, yang kadang membuat kita menjerit dan bahkan bisa berlari tanpa arah serta tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sebagaimana Yosef berlari dan menenggelamkan diri ke dalam kolam air, maka kita juga harus segera berlari kepada Allah dan menenggelamkan diri di dalam hadirat-Nya, dengan doa, puji dan sembah serta berpuasa.
Belajar dari kehidupan Nehemia, dia pun pernah mengalami pergumulan yang sangat berat. Dia mencari hadirat Allah, dan di dalam hadirat Allah dia menangis, berdoa bahkan berpuasa.
Apa pun pergumulan yang sedang menyerang Anda saat ini, jangan panik, jangan berlari tanpa arah, larilah ke dalam hadirat Allah, tenggelamkan diri di dalam hadirat-Nya, dengan berdoa, menaikkan penyembahan dan berpuasa. Maka lihatlah, bahwa hadirat Allah itu akan membawa ketenangan, dan pada akhirnya segala persoalan dan pergumulan kita mendapatkan solusi dengan caranya Tuhan. (NK).
Doa: “Kami datang kepada-Mu, Bapa. Kami mau tenggelam di dalam hadirat-Mu karena di dalam hadirat-Mu lah ada kami akan mendapat kelegaan, kekuatan dan jawaban doa. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung