
PAHLAWAN SEJATI
1 Petrus 2:18-25
1 Petrus 2:24. “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”
Melalui karya kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib maka jaminan penebusan, keselamatan menjadi sesuatu yang pasti bagi kita. Semua manusia telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan upah dosa adalah maut (Rom. 3:23, 6:23). Apa pun upaya yang dilakukan manusia termasuk beramal, berbuat baik, dll. tidak dapat melepaskan manusia dari kuasa dosa dan akan penghukuman kekal yang seharusnya diterima (Ef. 2:8-10). Karena apa pun yang kita lakukan tidak akan pernah memenuhi standar kebenaran yang telah ditentukan oleh Allah. Alkitab mencatat, bahwa segala kesalehan kita seperti kain kotor (Yes. 64:6). Jadi, hanya karya kematian Tuhan Yesus di kayu saliblah yang dapat memberikan pengampunan dan menyucikan kita dari segala dosa dan pelanggaran bahkan memberikan kepastian keselamatan. Kita masuk sorga bukan karena kebenaran kita melainkan karena kebenaran Tuhan Yesus Kristus. Jadi melalui kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib ada jaminan pengampunan bagi orang berdosa yang percaya dan menerima-Nya.
Karya Kristus di atas kayu salib juga memberikan jaminan kesembuhan (1 Pet. 2: 24c). Sebelum Tuhan Yesus Kristus mati di kayu salib, telah banyak mukjizat kesembuhan yang dikerjakan-Nya. Bahkan, Lazarus yang sudah mati empat hari pun masih bisa dibangkitkan oleh Tuhan Yesus. Melalui karya kematian-Nya di atas kayu salib, Tuhan Yesus memberi penegasan, bahwa setiap tetes darah yang keluar dari tubuh-Nya berkuasa untuk menyembuhkan segala penyakit. Jadi, walaupun kadang secara kasat mata penyakit kita belum sembuh, belajarlah melihat dengan iman, bahwa Tuhan Yesus telah menyembuhkan penyakit kita.
Tuhan Yesus adalah Pahlawan yang sejati.
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus untuk segala jaminan yang Engkau anugerahkan bagi kami. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 12:44-50; Efesus 4:1-8; Yeremia 2:20-37; II Raja-raja 14-15.
GBI Pasir Koja 39 Bandung