HITUNG BERKAT-NYA
1 Raja-Raja 19:1-19
1 Raja-Raja 19:12. “Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.”
Saya suka sekali menikmati indahnya langit di kala matahari terbenam. Setiap kali saya bepergian, terutama ke daerah pantai, saya pasti mencari tahu lokasi di mana saya dapat memotret keindahan susasana sunset tersebut. Kadangkala matahari terbenam menampilkan pemandangan berwarna pastel lembut, di lain waktu menampilkan warna jingga terang yang tajam. Kadangkala matahari terbenam tenang di belakang bukit, tetapi di kesempatan lain matahari seolah turun ke laut seperti api yang menyala dahsyat dan dramatis. Namun keduanya sama-sama menampilkan karya tangan Allah yang luar biasa.
Elia memiliki kecenderungan untuk melihat jawaban doa yang dramatis karena ia terbiasa mengalami langsung kemegahan dari pernyataan kuasa Allah. Ketika ia berdoa, Allah datang dengan dramatis lewat kemenangan yang ajaib atas para nabi Baal. Lalu ketika Elia ketakutan dan melarikan diri, Allah mengirimkan seorang malaikat untuk memberinya makan dan menguatkannya. Tetapi setelah 40 hari, Allah menunjukkan kepada Elia, bahwa Ia kini hadir untuk menyampaikan pesan dengan suasana yang tenang.
Mungkin saat ini Anda merasa kecewa karena Anda belum pernah mengalami kuasa Allah yang secara dramatis dinyatakan di dalam hidup Anda, tetapi janganlah menjadi tawar hati. Ketahuilah, bahwa mungkin saja Ia sedang mengungkapkan kehadiran-Nya dengan cara lembut dan tenang.
Seringkali kita menyepelekan hal-hal yang rutin kita nikmati setiap hari, seolah-olah itu semua bukan berasal dari Allah. Bukankah nafas Anda adalah pemberian-Nya? Makanan di atas meja Anda, tempat tinggal Anda, dan keluarga yang menemani Anda menikmati semuanya adalah tanda, bahwa Ia menyertai Anda? Mulailah renungkan dan hitung berkat-Nya dalam hidup Anda, niscaya Anda akan kagum oleh kasih dan kuasa-Nya.
Doa: “Kami sungguh kagum akan kasih dan kuasa yang Engkau nyatakan di dalam hidup kami, ya Bapa. Sungguh Engkau cukup buat kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung