HIDUP INI MILIK TUHAN
Roma 14:1-11
Roma 14:8. “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.”
Seorang pendeta didiagnosa sakit kanker stadium empat, dan menurut dokter hidupnya tinggal enam bulan saja. Sebagai pendeta dia tahu, bahwa bila mati, dia akan segera bersama Tuhan di sorga; namun, ada ketakutan untuk menyampaikan hal itu kepada istrinya yang sakit jantung, kalau-kalau hal ini akan membuat istrinya kaget dan mati mendadak. Sebab itu, dia memutuskan untuk merahasiakan hal ini, sambil menunggu waktu terbaik untuk memberitahu istrinya.
Suatu hari, dia mendapat inspirasi dari Tuhan. Dia berkata kepada istrinya, “Sayang, seorang teman menitipkan kepadaku sebuah permata yang indah dan mahal harganya. Permata itu begitu elok dan berharga, hingga saya memutuskan untuk tidak mengembalikan kepadanya. Karena aku mencintai permata itu, aku merawatnya dan menganggapnya sebagai milik pribadiku.”
“Sayangku, permata itu bukan milikmu. Sebenarnya kau tidak kehilangan apa-apa, kalau temanmu itu memintanya kembali. Kalau kau bersikeras untuk mengambilnya menjadi milikmu, bukankah itu sama dengan mencuri milik orang lain? Tidak sayang, kita harus mengembalikannya,” jawab istrinya sambil tersenyum.
“Baiklah sayang, berarti kau siap mengembalikan aku kepada Tuhan, bila Dia memanggilku sewaktu-waktu untuk kembali kepada-Nya,” sahut pendeta dengan mata berlinang. Lalu Dia menceritakan apa yang dikatakan dokter tentang hidupnya yang tinggal sebentar lagi. Keduanya berpelukan dan meneteskan air mata, tetapi bukan air mata amarah atau kesedihan; tetapi air mata iman dan kemenangan. Mereka sadar bahwa hidup mereka sepenuhnya adalah milik Tuhan, mereka berserah penuh. Inilah kemenangan sejati dalam Kristus.
Karena Kristus sudah mengalahkan kuasa maut, maka kita yang beriman kepada-Nya akan diberikan kemenangan yang sama dalam hidup ini. (NK).
Doa: “Ya Allah, hidup kami milik-Mu dan kami berserah penuh kepada rancangan-Mu atas kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung