Renungan Harian (24 Oktober 2015)

24DALAM KEKUDUSAN ALLAH

Matius 7:21-23

Matius 7:23. “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

“Ayo ikut melayani sama-sama, kita melayani Tuhan. Ayo yang penting kita ambil bagian dalam pelayanan..” Kata-kata yang sering mampir ke telinga kita. Kedengarannya baik dan rohani, tapi seringkali membuat orang lupa esensi dari pelayanan, dan membuat orang lupa, bahwa yang kita layani adalah Tuhan yang kudus, dengan standar kekudusan absolut dan tak dapat diganggu gugat.

Banyak orang bermain-main dalam pelayanan, seringkali dengan hanya sedikit membawa istilah “rohani” maka dianggapnya itu adalah pelayanan. Orang yang berpola pikir salah seperti ini sebenarnya belum mengenal siapa Tuhan dan standar yang dimiliki Tuhan. Mereka pikir dengan membuat sesuatu yang ada nafas-nafas rohaninya, maka akan membuat mereka ambil bagian dalam pelayanan. Padahal tidak, karena Tuhan bukan Tuhan yang senang dirayu atau mudah terbuai dengan tipuan akal bulus pikiran manusia.

Kenapa kita harus melayani dengan standar kekudusan yang tinggi? Sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1 Petrus 1:16). Jangan sampai semua yang kita lakukan, yang kita anggap buat “pekerjaan Tuhan” malah sebenarnya “menjijikkan” Tuhan. Kita melayani bukan untuk benar-benar menyenangkan hati Tuhan, tetapi malah mencari keuntungan diri, mencari popularitas, atau hanya untuk sekedar perasaan palsu “mencuci nurani” di mana saat merasa ambil bagian dalam pelayanan itu kita akan merasa menutupi atau menghapus dosa-dosa.

Tuhan bukan pribadi pragmatis yang berorientasi hasil semata. Tapi Dia menilai hati, motivasi dan proses, bukan hanya hasil dari pelayanan kita, jangan sampai kita anggap sudah melayani tapi malah ditolak Tuhan (Matius 7:22-23). Ingat “daging” kita bisa ikut melayani, bahkan seolah menghasilkan hasil yang baik, padahal justru “daging” itu yang harus disalibkan.

Periksa kembali, apa benar semua yg kita sebut “pelayanan” itu sudah dalam “proses” yang benar dan menyenangkan Tuhan atau hanya memuaskan nafsu dan daging kita saja? (NK).

Doa: “Selidiki hati dan motivasiku dalam melayani-Mu, ya Tuhan. Biarlah kami Kaudapati berkenan karena kami melayani-Mu di dalam kekudusan. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …