
HATI NURANI MURNI
Efesus 4:17-19
Ibrani 9:14. Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
Hati nurani ditempatkan Allah sebagai tanda untuk mengontrol tindakan kita. Firman Allah dan Roh Kudus bekerja melalui hati nurani membimbing kita ke jalan yang benar. Namun, hati nurani manusia bisa menjadi tumpul dan tidak peka terhadap suara Allah.
Hati nurani yang tidak peka terhadap suara Allah akan mengerjakan segala macam kecemaran. Hati nurani yang tidak berfungsi, tidak akan merasa melawan standar hukum ketika melakukan perbuatan yang melawan hukum Allah. Hati nurani yang demikian tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang jahat.
Sebagai anak-anak Allah, seharusnya kita memiliki hati nurani yang murni untuk bekerja, melayani pekerjaan Tuhan dan untuk kehidupan dalam keluarga. Hati nurani yang murni disucikan dan dibasuh oleh darah Tuhan Yesus. Ketika hati nurani kita murni, maka hati nurani kita akan berfungsi dengan baik untuk menentukan mana yang benar, dan mana yang salah.
Mari kita renungkan kondisi dari hati nurani kita saat ini, setelah kita percaya kepada Tuhan Yesus. Orang seringkali tidak jujur dengan diri sendiri. Bahkan bersikap masa bodoh terhadap segala kejahatan dan perbuatan dosa di depan matanya karena hati nuraninya telah tumpul dan lemah, sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik. Milikilah dan peliharalah hati nurani kita yang murni, agar diri kita bisa berfungsi efektif dan memiliki integritas hidup dalam pekerjaan, dalam keluarga, dalam pelayanan serta dalam pergaulan di tengah masyarakat. Biarlah melalui hidup kita dan perkataan kita nama Tuhan Yesus dimuliakan.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, terima kasih untuk darah-Mu yang telah menyucikan hati nuraniku. Aku mau memelihara hati nurani yang murni. Amin.”
Bacaan Setahun: Markus 10:17-31; Kisah Para Rasul 22:1-16; Mazmur 104; Bilangan 6.
GBI Pasir Koja 39 Bandung