Ibrani 13:5
Ibrani 13:5a. “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.”
Para pemburu akan mudah sekali menangkap monyet. Mereka tinggal membawa toples yang punya mulut kecil, sehingga hanya bisa dimasukkan satu tangan. Kemudian toples-toples tersebut diisi dengan kacang-kacangan. Maka monyet-monyet segera akan memasukkan tangannya ke toples-toples tersebut untuk mengambil sebanyak mungkin kacang. Dan ketika monyet-monyet memasukkan tangannya dan mengambil kacang, maka segera pemburu-pemburu itu muncul dan dengan mudah mereka menangkap monyet-monyet itu.
Yang jadi pertanyaan, mengapa monyet-monyet tersebut dengan mudah ditangkap saat seperti itu? Jawabannya adalah karena monyet-monyet itu punya sikap “serakah”. Ini merupakan hasil penelitian di lapangan yang dilakukan oleh pemburu-pemburu tadi. Monyet-monyet kalau sudah menggenggam makanan tidak mau melepaskan, apa pun yang terjadi.
Dari kisah di atas, dapat kita menimba pelajaran, bahwa keserakahan membahayakan diri orang yang bersangkutan dan akan dengan mudah masuk ke dalam pencobaan dan penderitaan. Keserakahan selalu ingin lebih, tidak pernah merasa cukup, dan dikendalikan oleh nafsu kedagingan. Pengkhotbah 5:9 berkata, ”Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.” Inilah keserakahan!
Kuncinya agar menang atas keserakahan adalah cukupkanlah diri dengan apa yang ada. (Fil.4:11). Dengan ucapan syukur yang terus keluar dari hati dan mulut kita maka kita akan menang dari keserakahan. (NK).
Doa: “Ampuni kami Tuhan, jika kami masih kerap tidak bersyukur dan serakah. Terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkan dan menegur kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
