Renungan Harian 24 Juni 2022

Renungan Harian 24 Juni 2022 - GOYAH DALAM MENANTI – Menanti biasanya merupakan kegiatan yang membosankan bagi kebanyakan orang. Apalagi

Renungan Harian 24 Juni 2022

GOYAH DALAM MENANTI Renungan Harian 24 Juni 2022

Kejadian 16

Kejadian 16:2. Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Renungan Harian 24 Juni 2022

Menanti biasanya merupakan kegiatan yang membosankan bagi kebanyakan orang. Apalagi kalau masa penantian itu begitu lama. Tidaklah mengherankan jika ada orang yang akhirnya menyerah dan mengambil jalan pintas.

Inilah yang terjadi pada Abram dan Sarai dalam bacaan hari ini. Kisah ini terjadi sekitar sebelas tahun setelah Tuhan berjanji bahwa Abraham akan menjadi bapak bangsa yang besar. Kita tentu setuju, bahwa sebelas tahun adalah periode waktu yang sangat panjang bagi siapa pun yang sedang menanti, apalagi bagi Abram dan Sarai yang sudah sangat tua.

Tak heran kalau kemudian, di tengah kegundahan menantikan pemenuhan janji ini, keyakinan Abram dan Sarai goyah. Akibatnya, mereka mengambil jalan pintas untuk “membantu” Allah memenuhi janji-Nya, dan akhirnya lahirlah Ismael dari Hagar. Namun, kita tahu bahwa usaha mereka ini kemudian justru mendatangkan banyak masalah bagi mereka sendiri, bagi Hagar, dan bagi keturunan mereka.   Mulai dari Hagar yang merasa sangat bangga dan mulai merasa bahwa ia lebih baik daripada Sarai, nyonyanya. Hal ini yang membuat Sarai marah dan menindas hambanya, Hagar.  

Apakah saat ini Anda sedang menantikan pemenuhan janji Tuhan atau jawaban dari-Nya? Mungkin itu soal buah hati, soal jodoh, soal karier, dsb.?

Jangan menyerah! Dan jangan pernah mengambil jalan pintas melalui cara yang tidak kudus, seperti menggunakan bantuan kuasa kegelapan.

Sebaliknya, pakailah waktu menanti ini untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin sehingga ketika akhirnya Tuhan menjawab penantian tersebut, Anda siap menyambutnya dengan penuh rasa syukur. Tuhan sanggup untuk memenuhi janji-Nya; kita tidak perlu repot-repot membantu-Nya.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku tidak akan menyerah dengan janji-Mu. Amin.”

Bacaan Setahun: 1 Tawarikh 20-22; Yohanes 18.

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini  

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …