Renungan Harian (24 Juli 2017)

EUODIA DAN SINTHIKE

Filipi 4:1-5

Filipi 4:2. “Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.”

Ada dua orang bekerja bersama-sama dalam satu gereja. Mereka merintis pelayanan pekerjaan Tuhan dari nol di sebuah kota di Eropa, dengan dimulai dari persekutuan doa di sebuah rumah. Lama kelamaan, semakin banyak orang yang menjadi percaya dan ikut bergabung sebagai jemaat mula-mula di kota itu. Pelayanan yang tadinya kecil menjadi semakin besar dan kompleks. Dua orang tersebut kemudian mulai berselisih pendapat dan tidak satu hati.

Mereka adalah Euodia dan Sintikhe. Mereka masuk dalam suatu “perangkap” yaitu perselisihan yang menyebabkan keretakan hubungan kesatuan mereka. Keretakan antara keduanya mempengaruhi kondisi jemaat di sana, sehingga rasul Paulus memberikan nasehat dalam suratnya kepada jemaat di Filipi dan menyebutkan nama mereka.

Euodia dan Sintikhe dapat dikatakan sebagai orang-orang yang pionir dan berpengaruh. Ketidaksatuan hati mereka, bila tidak diatasi dengan baik, dapat menyebabkan terjadinya perpecahan, bukan saja antara keduanya, melainkan juga jemaat. Rasul Paulus mengatakan agar mereka hendaknya sehati sepikir, namun bukan hanya sekedarnya saja, melainkan sehati dan sepikir di dalam Tuhan.

Bila kesibukan pelayanan gerejawi menyebabkan beberapa orang berbeda pendapat dan mulai tidak satu hati, bahkan terjadi keretakan hubungan dalam pelayanan, ingatlah kembali akan motivasi pelayanan kita. Ingatlah akan kasih Tuhan Yesus dan teladan kerendahan hati-Nya, ikutilah tuntunan kesatuan dalam Roh Kudus, dan bersikaplah lemat lembut, sabar dan penuh kasih satu sama lain.  Konflik yang ditimbulkan oleh sebagian orang di dalam pelayanan bisa menjadi ragi yang negatif dan bukan tidak mungkin berujung pada perpecahan. Sekecil apa pun perselisihan, segeralah mengambil waktu agar api tak kian membesar. (NK).

Doa: “Ampuni kami, ya Allah, jika kami kerap egois dan berselisih dengan rekan kami. Ajar kami, ya Roh Kudus, agar kami rendah hati, sabar dan penuh kasih, seperti Kristus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …