Amsal 16:32
Amsal 16:32. ”Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”
Suatu hari seorang Ayah sedang mengalami hari yang buruk. Di kantor tempatnya bekerja ia telah kehilangan order dari pelanggan terbesarnya hanya karena kesalahan bagian administrasi dalam mencantumkan tanggal pengiriman. Saat makan siang di kafetaria telah memberikan pesanan yang salah. Meskipun cafetaria tersebut akhirnya menukar kembali pesanannya, ia telah terlambat untuk menghabiskan makan siangnya. Saat kembali ke kantor ia terlambat beberapa menit dari jadwal rapat siang. Pada saat akan pulang ia diminta laporan oleh atasannya, hingga ia terpaksa pulang menggunakan taxi karena kereta terakhir ke rumahnya telah berlalu.
Pada saat di rumah ia menemukan rumah dalam keadaan berantakan oleh mainan anak-anak. Kardus mainan berserakan di setiap sudut rumah. Melihat ayahnya pulang segera anak-anaknya berteriak-teriak kegirangan sambil membawa bola mengajak Ayahnya bermain di pekarangan belakang.
Sang Ayah yang telah mengalami hari yang buruk segera kehilangan kendali. Ia mengambil bola sepak anaknya ini dan membawanya keluar dan menendangnya sejauh mungkin, hingga melewati pagar. Lalu ia mulai menendang mainan-mainan yang berserakan di lantai.
Tanpa disadari putranya yang lebih besar seketika itu berlari keluar pagar untuk mengejar bola yang ditendang. Tiba tiba melesat sebuah mobil melintas dan menabrak putra sulungnya yang sedang mengejar bola di tengah jalan. Decit rem dan suara benturan itu akhirnya mengakhiri hiruk pikuk kekesalan di hari itu. Rasa kesal yang ada berubah menjadi penyesalan. Dan anak bungsunya hanya berguman,”Ayah telah berubah menjadi monster. Ia menyebabkan kakak tertabrak.”
Jangan lakukan perbuatan bodoh hanya karena Anda kehilangan kendali sementara. Apa yang anda lakukan akan membekas dalam ingatan seluruh keluarga Anda. Siapa diri Anda akan diuji bukan hanya saat hari-hari yang baik. Mari jadilah seorang yang sanggup menguasai diri dan tidak temperamental. (NK).
Doa: “Ampuni kami Tuhan Yesus, jika kami kerap kehilangan kendali dan gagal menguasai diri. Tolong kami, ya Roh Kudus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
