Roma 12:4-8
Roma 12:5. “Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.”
Pada suatu pagi dengan semangat seorang ibu menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Tiba-tiba jari telunjuknya terpotong pisau. Setelah diobati, sang ibu melanjutkan pekerjaannya. Tentu karena tangannya belum sembuh, maka dia melanjutkan pekerjaannya dengan kesulitan. Terutama saat mencuci piring.
Kita belajar dari kejadian yang dialami sang ibu ini. Ketika tangannya terluka, maka tangan yang lain mengobati. Rasa sakit dialami tidak saja oleh tangan yang terluka. Kita bisa bayangkan mukanya meringis, kaki yang cepat melangkah ke tempat obat. Ketika jari terluka pekerjaan jadi tidak lancar.
Dalam Kristus, kita adalah anggota-anggota satu tubuh Kristus. Jadi kita bisa merasakan apa yang dirasakan anggota yang lain. Bila ada saudara seiman kita yang bermasalah, maka kita akan merasakan dan tentu otomatis membantu. Namun terkadang, walau satu tubuh kita tidak peduli dengan saudara seiman. Tidak sedikit orang menghakimi saudaranya seiman. Hal seperti ini membuat aktivitas dan pertumbuhan rohani jemaat terhambat. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, bahwa kita adalah satu tubuh. Ketika salah satu dari kita sakit, maka kita seluruhnya bermasalah. Tubuh Kristuslah yang tersakiti.
Kita berbeda-beda karunia untuk saling melengkapi dan menolong. Syukur gereja kita memiliki kelompok-kelompok kecil dalam care sel, sehingga kita mudah memperhatikan dan peduli. Rasakan berkat kebersamaan dan berkat ketika kita mendoakan saudara seiman. Ini saatnya kita menyenangkan hati Tuhan dengan merawat tubuh-Nya.
Doa: “Tuhan Yesus, terima kasih untuk kelompok kecil di gereja di mana kami dapat lebih lagi dalam memperhatikan dan peduli, karena kami sesungguhnya adalah satu tubuh. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
