
DAMAI DI MALAM NATAL
Yesaya 9:1-7
Yesaya 9:6. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”
Pada tahun 1914, saat itu sedang terjadi peperangan antara Inggris, Jerman dan Perancis. Di malam Natal seperti itu, pastilah para prajurit ingin berada di rumah, berkumpul dengan keluarga, tetapi kali ini mereka berada jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai. Salju yang turun menambah dinginnya hati mereka. Perut lapar, pakaian yang basah, dinginnya udara dan ketidaknyamanan suasana perang merupakan satu harmoni yang semakin menghilangkan semangat untuk mengangkat senjata.
Seorang prajurit yang tertembak merintih menahan sakit, sementara yang lain menggigil kedinginan. Pimpinan mereka pun kelihatan sangat bersedih, menangis teringat akan anak dan isterinya. Mereka semua diam membisu selama beberapa jam, tetapi tiba-tiba nampak cahaya kecil yang bergerak-gerak dari arah pasukan Jerman. Ternyata ada prajurit Jerman yang membuat pohon Natal kecil dan mengangkatnya ke atas agar kelihatan. Ia melakukan itu sambil mengalunkan lagu “Stille Nacht, Heilige Nacht” atau lagu “Malam Kudus”.
Sambil bernyanyi, prajurit itu berdiri dari tempat persembunyiannya, sehingga musuh dapat melihatnya. Namun, mujizat terjadi! Satu per satu dari masing-masing pasukan keluar dari persembunyian dan ikut menyanyi dengan air mata tidak tertahankan. Tidak ada lagi lawan, tidak ada peperangan, tidak ada benci, yang ada hanya kedamaian di dalam kebersamaan. Mereka semua bersama-sama menyanyi dalam bahasa mereka masing-masing, dilanjutkan lagi dengan lagu “Hai Mari Berhimpun”. Mereka yang tadinya adalah musuh yang berusaha saling membunuh, kini merasakan aliran damai Natal.
Saat ini, jika masih ada luka, kekecewaan, dan kebencian terhadap seseorang, biarkan kuasa Yesus Sang Juruselamat menyembuhkan serta menggantikan dengan damai-Nya!
Ayat Bacaan Setahun: Wahyu 18:1-20; Ibrani 12:1-6; Daniel 6; Zakharia 10
Doa: “Kelahiran-Mu dalam hidup kami kiranya memampukan kami untuk hidup dalam damai dengan orang lain, ya Kristus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung