2 Timotius 2:1-7
2 Timotius 2:2. “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
Menurut kisah Odyssey yang ditulis oleh Homer, ketika Raja Odysseus berangkat untuk bertempur di perang Troya, ia menitipkan Telemachus, putranya dalam asuhan seorang tua bijak bernama Mentor. Mentor diberi tanggung jawab untuk mengajarkan kebijaksanaan kepada anak muda itu.
Lebih dari 2.000 tahun sesudah Homer, seorang ahli teologi berkebangsaan Perancis yang bernama François Fénelon menyadur kisah tentang Telemachus itu ke dalam sebuah novel yang berjudul Télémaque. Dalam novel itu, sang pengarang menonjolkan tokoh Mentor. Lambat laun istilah mentor diartikan sebagai: guru yang bijaksana dan bertanggung jawab; orang berpengalaman yang tugasnya memberi nasihat, membimbing, mengajar, memberi inspirasi, menegur, mengoreksi, dan menjadi teladan.
2 Timotius 2:2 menggambarkan tentang pendampingan rohani ini. Selain itu, Alkitab memberikan banyak contoh pendampingan rohani kepada kita. Timotius meneladan Paulus; Markus meneladan Barnabas; Yosua meneladan Musa; Elisa meneladan Elia.
Namun, bagaimana dengan kehidupan masa kini? Siapa yang akan mengasihi dan bekerja bersama orang-orang Kristen baru, serta menolong mereka bertumbuh kuat secara rohani? Siapa yang akan mendorong, membimbing, dan menjadi teladan kebenaran bagi mereka? Siapa yang akan bertanggung jawab atas para jemaat muda ini, dan bekerja sama dengan Allah untuk membantu membentuk karakter mereka?
Jadi, setiap orang Kristen membutuhkan seorang mentor untuk membangun manusia rohaninya agar makin bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus. Karena tanpa mentor, maka seseorang agak sulit untuk bertumbuh secara cepat dan terarah. Kita membutuhkan mentor yang sudah bertumbuh dalam Kristus, baru bisa membimbing orang lain.
Bersediakah Anda menjadi alat Allah untuk menanamkan kebijaksanaan dan menolong orang lain tumbuh dewasa? (NK).
Doa: “Terima kasih Bapa untuk mentor rohani yang Engkau anugerahkan dalam hidup kami, sehingga kami bertumbuh dengan tepat dan terarah. Kini kami mau memberi diri kami juga untuk menjadi mentor bagi mereka yang baru bertobat. Mampukan kami, ya Roh Kudus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
