
Renungan Harian 24 Agustus 2022
STEFANUS, SANG MARTIR Renungan Harian 24 Agustus 2022
Kisah Para Rasul 7:54-60
Kisah Para Rasul 7:56. Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Renungan Harian 24 Agustus 2022
Stefanus adalah seseorang yang penuh dengan kuasa dan hikmat. Ia adalah seorang yang pertama kali dipilih untuk melayani orang miskin. Selain itu, ia juga melakukan pelayanan pemberitaan Injil dengan melakukan tanda dan mukjizat.
Dalam melakukan tugas pelayanan sebagai murid Kristus, seperti halnya Stefanus, kita pun akan menghadapi orang-orang yang tidak senang dengan apa yang kita lakukan. Seperti Stefanus, kita mungkin akan mengalami fitnah, bahkan penganiayaan. Mari teladani Stefanus, dalam bersikap saat mengalami fitnah dan aniaya.
- Mengarahkan pandangan kepada Allah, karena manusia mengecewakan, tetapi Allah tidak. (Kisah Para Rasul 7:55-56). Stefanus memandang jauh melampaui kekuasaan dan amarah para penganiayanya. Arahkan penderitaan yang kita alami kepada kemuliaan Allah dan kehormatan Kristus.
- Berdoa dan berserah kepada Allah (Kisah Para Rasul 7:57-59). Berserulah kepada-Nya, maka damai sejahtera Allah akan memenuhi hati dan pikiran kita. Dari Allah akan datang pertolongan dan di dalam-Nya selalu ada jalan yang terbuka.
- Lepaskan pengampunan dan berkati orang yang menyakiti kita (Kisah Para Rasul 7:60). Ada penafsiran, bahwa salah satu faktor yang membuat Paulus mudah bertobat karena ada impresi yang kuat dari perbuatan Stefanus. Waktu kita melakukan kebenaran yang didasari akan kasih kepada Allah, percayalah, itu akan membawa banyak orang datang kepada Kristus.
Doa: “Tuhan Yesus, sebagai murid-Mu, kami akan tetap mengarahkan pandangan kami kepada-Mu apa pun keadaan yang menimpa kami. Amin.”
Bacaan Setahun: Mazmur 61-65; Roma 8:18-39
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Dalam melakukan tugas pelayanan sebagai murid Kristus, seperti halnya Stefanus, kita pun akan menghadapi orang-orang yang tidak senang dengan apa yang kita lakukan. Seperti Stefanus, kita mungkin akan mengalami fitnah, bahkan penganiayaan. Mari teladani Stefanus, dalam bersikap saat mengalami fitnah dan aniaya.
Dalam melakukan tugas pelayanan sebagai murid Kristus, seperti halnya Stefanus, kita pun akan menghadapi orang-orang yang tidak senang dengan apa yang kita lakukan. Seperti Stefanus, kita mungkin akan mengalami fitnah, bahkan penganiayaan. Mari teladani Stefanus, dalam bersikap saat mengalami fitnah dan aniaya.
GBI Pasir Koja 39 Bandung